Pemilik PR Supernova Bungkam, Dugaan Pabrik Rokok Fiktif di Prancak Makin Kuat

Saturday, 6 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Dugaan penyalahgunaan izin Pabrik Rokok (PR) Supernova di Desa Prancak, Kabupaten Sumenep, semakin memantik perhatian publik. Pasalnya, pemilik yang disebut bernama H. A memilih bungkam ketika dimintai keterangan oleh media.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada klarifikasi resmi dari pihak H. A maupun manajemen PR Supernova terkait tudingan bahwa pabrik tersebut tidak melakukan produksi rokok sebagaimana mestinya. Kondisi ini justru memperkuat dugaan bahwa PR Supernova hanyalah kedok untuk jual beli pita cukai.

Seorang sumber internal yang sebelumnya mengungkapkan tidak berfungsinya mesin produksi di pabrik tersebut kembali menegaskan, diamnya pemilik patut dicurigai.

“Kalau memang produksi jalan, tunjukkan saja ke publik. Kenapa harus diam? Bungkamnya pemilik justru menambah tanda tanya besar,” ungkap sumber tersebut.

Baca Juga  RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Buka Rekrutmen BLUD 2026, Kesempatan Emas bagi Tenaga Profesional Kesehatan

Kritik pun kembali dilayangkan sejumlah pihak. Seorang aktivis mahasiswa di Sumenep menyebut sikap bungkam itu tidak bisa ditolerir.

“Kalau pemiliknya diam, berarti dugaan publik semakin benar adanya. Bea Cukai jangan sampai kalah oleh mafia cukai di Madura. Kami mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan,” tegasnya.

Publik kini menunggu sikap tegas pemerintah. Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai diminta melakukan investigasi mendalam terkait status PR Supernova. Sebab, keberadaan pabrik rokok yang hanya berfungsi untuk mengalirkan pita cukai tanpa produksi nyata jelas merugikan negara dan memperkuat peredaran rokok ilegal.

“Kalau izin pabrik hanya dipakai untuk bancakan pita cukai, maka izinnya harus dicabut. Jangan biarkan Madura jadi surga mafia cukai. Ini bukan sekadar isu lokal, tapi menyangkut marwah negara,” tutup Aktivis Sumenep.

Baca Juga  PT Empat Sekawan Mulia Raih Apresiasi JSI atas Kontribusi bagi Masyarakat

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru