Ngaji Jurnalistik LensaMadura.com Ajak Santri dan Mahasiswa Lebih Kritis Mengolah Informasi

Thursday, 15 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Upaya menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda terus dilakukan melalui kegiatan Ngaji Jurnalistik yang digelar media online LensaMadura.com di Auditorium STIT Aqidah Usymuni Sumenep, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi santri, mahasiswa, dan pegiat literasi untuk memahami dunia jurnalistik sekaligus meningkatkan kemampuan dalam memilah, mengolah, dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.

Komisioner Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep, Ahmad Ainol Horri, yang hadir sebagai pemateri, menekankan bahwa jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan keterampilan merangkai kata. Lebih dari itu, seorang penulis dituntut mampu memastikan kebenaran informasi sebelum menyampaikannya kepada masyarakat.

Dalam pemaparannya, Ahmad Ainol Horri menjelaskan fondasi dasar jurnalistik, mulai dari memahami pengertian berita, mengenali unsur-unsur berita, hingga menyusun informasi secara sistematis agar mudah dipahami pembaca.

Baca Juga  Nur Faizin Disorot: Kritik Survei Seismik Kangean Dinilai Tidak Konsisten dengan Rekam Jejak Politiknya

Ia juga menguraikan perbedaan mendasar antara berita dan opini. Berita harus berlandaskan fakta yang dapat diverifikasi, sementara opini merupakan pandangan atau penilaian penulis terhadap suatu persoalan.

Menurutnya, kebiasaan membaca dan menulis perlu terus dibangun untuk memperkuat kemampuan literasi. Hal itu penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum teruji kebenarannya, terlebih di tengah derasnya arus informasi digital.

“Menulis itu adalah cara bagaimana kita memahami informasi, memeriksa fakta, kemudian menyampaikannya secara bertanggung jawab,” jelasnya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi LensaMadura.com, M Rifqiyadi, menegaskan bahwa Ngaji Jurnalistik merupakan salah satu upaya membuka akses pembelajaran jurnalistik yang lebih dekat dengan kalangan santri dan mahasiswa.

Ia menilai, generasi muda mempunyai potensi besar untuk mengambil peran dalam menyebarkan informasi yang mendidik serta menghadirkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga  Kalau NU Terpuruk Gara-Gara Alumni HMI, Berarti Kaderisasi PMII Tak Pernah Berhasil?

“Literasi tidak cukup hanya dengan membaca. Harus ada keberanian untuk menulis dan menyampaikan gagasan. Karena itu kami ingin membuka ruang belajar jurnalistik yang dekat dengan santri, mahasiswa, dan pegiat literasi,” ujar Rifqiyadi.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka selama kegiatan berlangsung. Santri dan santriwati Pondok Pesantren Aqidah Usymuni, mahasiswa, serta pegiat literasi turut mengajukan pertanyaan seputar praktik jurnalistik dan berbagai kendala yang dihadapi ketika menulis.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori jurnalistik, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan menulis, berpikir kritis, serta membangun kebiasaan memeriksa fakta sebelum menyebarkan informasi.

Ngaji Jurnalistik tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa peningkatan literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga membangun tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Penulis : Redaksi/Newsline.id

Editor : Moch Thoriqil Akmal

Berita Terkait

Bupati Sumenep Apresiasi Media Expo Perdana di Jawa Timur, Cak Fauzi Bangga dengan Inisiatif Media Lokal
Media Expo 2026 Resmi Dibuka, Kolaborasi Tiga Media Dorong UMKM dan Pelestarian Budaya Sumenep
Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umur Terungkap, Pemuda 20 Tahun Jadi Tersangka di Sumenep
Legalitas Tanah KDMP di Lapangan Tembak Dipertanyakan, Raja Hantu Sentil: Jangan Sampai Kodim Dianggap di Atas Hukum
Operasi Sikat Semeru 2026, Polresta Sumenep Bongkar 9 Kasus Pencurian dan Tangkap 10 Tersangka
KDMP Pamolokan dan Kebun Agung Disorot, Aktivis Desak Dandim Turun Tangan: Jangan Alergi Aturan!
Hari Santri 2026, Bupati Sumenep Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa
Diduga Rugikan Korban Rp375 Juta, Pria 66 Tahun Diamankan Satreskrim Polresta Sumenep
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 24 October 2026 - 23:05

Bupati Sumenep Apresiasi Media Expo Perdana di Jawa Timur, Cak Fauzi Bangga dengan Inisiatif Media Lokal

Saturday, 24 October 2026 - 22:55

Media Expo 2026 Resmi Dibuka, Kolaborasi Tiga Media Dorong UMKM dan Pelestarian Budaya Sumenep

Saturday, 24 October 2026 - 16:29

Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umur Terungkap, Pemuda 20 Tahun Jadi Tersangka di Sumenep

Saturday, 24 October 2026 - 16:08

Legalitas Tanah KDMP di Lapangan Tembak Dipertanyakan, Raja Hantu Sentil: Jangan Sampai Kodim Dianggap di Atas Hukum

Saturday, 24 October 2026 - 15:48

Operasi Sikat Semeru 2026, Polresta Sumenep Bongkar 9 Kasus Pencurian dan Tangkap 10 Tersangka

Berita Terbaru