SUMENEP, Newsline.id — Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman, menjaga ingatan kolektif terhadap perjalanan demokrasi menjadi sebuah kebutuhan. Berangkat dari semangat tersebut, Aliansi BEM Sumenep bersama LPM Cakrawala UNIBA menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) dan Mimbar Bebas sebagai ruang refleksi atas perjalanan Reformasi 1998.
Kegiatan ini menghadirkan pemutaran film dokumenter yang merekam dinamika gerakan mahasiswa pada penghujung era Orde Baru. Melalui tayangan tersebut, peserta diajak menelusuri kembali salah satu babak paling menentukan dalam sejarah bangsa, ketika gelombang perlawanan sipil dan gerakan mahasiswa berhasil mendorong lahirnya era Reformasi setelah puluhan tahun rezim otoritarian berkuasa.
Lebih dari sekadar mengenang peristiwa masa lalu, pemutaran dokumenter tersebut menjadi upaya menghadirkan kembali kesadaran bahwa ruang demokrasi, kebebasan berekspresi, serta hak untuk menyampaikan kritik yang dinikmati hari ini lahir melalui proses perjuangan yang panjang dan tidak jarang dibayar dengan pengorbanan.
“Sejarah bukan sekadar lembaran masa lalu untuk dihafal, tapi kompas untuk berjalan ke depan. Lewat acara nibar ini, kami ingin memantik kembali kesadaran generasi Z dan Milenial bahwa kebebasan yang kita nikmati hari ini adalah buah dari perjuangan berat di tahun 1998,” ujar M Salman Farid, Koordinator BEMSU.
Usai pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan mimbar bebas yang menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan, kritik, dan refleksi terhadap kondisi kebangsaan saat ini.
Dalam forum tersebut, para peserta menyoroti pentingnya menjaga tradisi berpikir kritis di lingkungan akademik. Mereka menilai bahwa semangat Reformasi tidak boleh berhenti sebagai peristiwa sejarah, melainkan harus terus dihidupkan sebagai nilai yang mendorong penguatan demokrasi, supremasi hukum, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Berbagai persoalan yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah Reformasi turut menjadi perhatian dalam diskusi. Mulai dari isu penegakan HAM, kualitas partisipasi publik dalam proses demokrasi, hingga pentingnya menjaga independensi lembaga-lembaga negara agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
Bagi peserta, merawat ingatan terhadap Reformasi bukanlah romantisme masa lalu, melainkan bentuk tanggung jawab moral agar cita-cita yang diperjuangkan pada 1998 tidak tergerus oleh waktu maupun kepentingan politik jangka pendek.
Melalui kegiatan ini, Aliansi BEM Sumenep dan LPM Cakrawala UNIBA berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami sejarah bangsanya, tetapi juga memiliki keberanian intelektual untuk mengawal jalannya demokrasi. Sebab, masa depan Indonesia yang adil, demokratis, dan berpihak pada rakyat hanya dapat terwujud ketika generasi penerus tidak melupakan akar perjuangan yang melahirkannya.
Penulis : Moh. Fairuz Zamzami
Editor : MTAB
Sumber Berita: Newsline.id








