Menata Kembali Sumber Air Omben: KKN posko 1 ulas asal usul Air Somber Omben

Monday, 17 August 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Mabruroh

OPINI, Newsline.id – Keberadaan Sumber Omben di Sampang bukan sekadar pusat pemenuhan air bersih, melainkan warisan peradaban yang kaya akan nilai spiritual dan tradisi lokal. Berawal dari wilayah yang dahulunya mengalami kesulitan air bersih hingga para ulama setempat bermunajat melalui salat Istisqa, penemuan mata air ini memiliki nilai sejarah dan keajaiban tersendiri bagi masyarakat Desa Omben, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang.

Kisah berlanjut saat tokoh legendaris Joko Tole beserta istrinya sedang dalam perjalanan dari Majapahit menuju Sumenep. Ketika melintasi wilayah tersebut, sang istri yang sedang berhalangan (haid) hendak bersuci dan memohon air kepada warga lokal. Karena keterbatasan pasokan air saat itu, warga hanya sanggup memberikan satu gayung.

Baca Juga  Direktur BPRS Sumenep dan Mantan Sekda Edy Rasiyadi Santuni Lansia, Pererat Kepedulian Sosial di Bulan Ramadan

Melihat hal tersebut, Joko Tole lantas menancapkan tongkat pusakanya yang bernama Bulu Gading sebanyak tiga kali ke atas batu. Seketika, dari celah batu tersebut terpancar air yang sangat deras. Sambil menunggu istrinya bersuci di aliran air tersebut, Joko Tole duduk beristirahat di bawah sebuah pohon yang kemudian dinamai Pohon Khasambi Lunggu (tempat menunggu).

Pancaran air legendaris itulah yang hingga kini terus mengalir tiada henti dan menjadi sumber mata air utama masyarakat Omben dan sekitarnya.

Sangat disayangkan jika potensi besar ini hanya dibiarkan sebatas pemenuhan kebutuhan domestik dan irigasi harian warga belaka. Tempat yang dulunya sempat dikembangkan sebagai objek wisata lokal ini perlu kembali mendapatkan perhatian dan revitalisasi.

Baca Juga  Dugaan Permainan Anggaran di Desa Kali Mook, Proyek Jalan Aspal Rp300 Juta Tanpa Kejelasan

Langkah dan harapan Perangkat Desa Omben yang dipublikasikan oleh Posko KKN 01 merupakan dorongan yang tepat. Penataan kembali kawasan ini tidak boleh dipandang sebagai proyek fisik semata, melainkan upaya strategis untuk memperkuat perekonomian desa, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus melestarikan warisan sejarah dan budaya luhur masyarakat Madura.

Penulis : Red

Editor : MTAB

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI, Ayunda Group Gelar Jalan Sehat, Hadiah Utama Umrah
Pemdes Nyabakan Timur Tampilkan Pesan Ketahanan Pangan dalam Gerak Jalan Kecamatan Batang-Batang
Regenerasi Kepengurusan Gapoktan Paseyan, Yusuf Dipercaya Pimpin Periode 2026–2031
KBS Gelar Harlah ke-XIII Bersamaan Maulid Nabi dan Rokat Naghara di Sumenep
RSUDMA Sumenep Jadikan HUT Kemerdekaan Momentum Perkuat Pengabdian dan Mutu Layanan
RSUDMA Perluas Layanan Kesehatan Jiwa, dari Psikoterapi hingga Rehabilitasi Narkotika
Pengajian Akbar Burdah Bidadari Karang Budi Hadirkan KHR. Ach. Azaim Ibrahimi
Tragis, Bocah 10 Tahun Meregang Nyawa Diduga Dianiaya Ibu Kandung di Pamekasan
Berita ini 67 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sunday, 23 August 2026 - 11:28

Semarak HUT ke-81 RI, Ayunda Group Gelar Jalan Sehat, Hadiah Utama Umrah

Sunday, 23 August 2026 - 00:22

Pemdes Nyabakan Timur Tampilkan Pesan Ketahanan Pangan dalam Gerak Jalan Kecamatan Batang-Batang

Friday, 21 August 2026 - 19:54

Regenerasi Kepengurusan Gapoktan Paseyan, Yusuf Dipercaya Pimpin Periode 2026–2031

Tuesday, 18 August 2026 - 16:06

KBS Gelar Harlah ke-XIII Bersamaan Maulid Nabi dan Rokat Naghara di Sumenep

Tuesday, 18 August 2026 - 14:24

RSUDMA Perluas Layanan Kesehatan Jiwa, dari Psikoterapi hingga Rehabilitasi Narkotika

Berita Terbaru