SUMENEP, Newsline.id — Komunitas Burdah Sumenep (KBS) memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-XIII dengan menggelar kegiatan keagamaan yang dirangkai bersama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Rokat Naghara.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB di Dusun Laok Saba, Desa Nyabakan Timur, Kabupaten Sumenep. Acara menghadirkan KH. Muhammad Fawaid, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Antirogo, Sumbersari, Jember, sebagai penceramah.
Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum memperingati perjalanan KBS selama 13 tahun, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah, silaturahmi, serta kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Ust. Fathorrahman, M.Pd., dalam sambutannya mengatakan, peringatan Maulid Nabi, Harlah KBS, dan Rokat Naghara diharapkan menjadi momentum untuk memperbanyak doa bagi keselamatan dan kebaikan bangsa.
“Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Harlah KBS, dan Rokat Naghara ini, kami mengajak seluruh yang hadir untuk bersama-sama berdoa agar negara kita ke depan semakin baik, aman, damai, dan penuh keberkahan,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat juga diharapkan memperoleh kehidupan yang lebih sejahtera, sehat, dan tenteram. Nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW, kata dia, perlu terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai keteladanan Rasulullah dapat menjadi landasan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, mengedepankan kepedulian, serta menjaga persaudaraan di tengah masyarakat.
“Semoga momentum ini menjadi wasilah bagi hadirnya kebaikan untuk negeri dan masyarakat. Kita berharap bangsa Indonesia senantiasa diberikan perlindungan, dijauhkan dari berbagai perpecahan, serta membawa kemaslahatan bagi seluruh rakyat,” katanya.
Sementara itu, Rokat Naghara menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Tradisi tersebut dijadikan sebagai ikhtiar spiritual melalui doa bersama untuk memohon keselamatan, kedamaian, keberkahan, serta kebaikan bagi negara dan masyarakat.
Kehadiran KH. Muhammad Fawaid diharapkan memberikan penguatan terhadap nilai-nilai keislaman yang menjadi spirit utama kegiatan. Tausiyah yang disampaikan juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk kembali mengingat akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW.
Melalui peringatan tersebut, KBS berharap usia ke-13 dapat menjadi momentum untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat kontribusi sosial-keagamaan di tengah masyarakat.
Selain menjadi perayaan hari lahir komunitas, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ikhtiar bersama untuk mendoakan Indonesia agar senantiasa aman, damai, mendapat keberkahan, serta masyarakatnya diberikan kesejahteraan dan kemaslahatan.
Penulis : Fawaid
Editor : MTAB








