Konflik Internal UNIBA Mencuat, Rektor Blak-blakan Akui Tak Cocok dengan Humas dan Keuangan

Monday, 12 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Rektor Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura: Prof. Dr. Ir. H. Rachmad Hidayat, M.T., IPU., Asean-Eng.

Foto: Rektor Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura: Prof. Dr. Ir. H. Rachmad Hidayat, M.T., IPU., Asean-Eng.

SUMENEP, Newsline.id — Konflik internal di lingkungan Universitas Bahauddin Mudhary Madura (UNIBA) kembali mencuat ke ruang publik. Pernyataan terbuka Rektor UNIBA kepada awak media yang mengaku kesal terhadap dua bawahannya, masing-masing berinisial R (bagian Humas) dan N (bagian Keuangan), mempertegas adanya disharmoni serius dalam tubuh pimpinan kampus.

“Emang iya mas, saya juga kesel kepada inisial R itu bagian Humas dan juga inisial N bagian Keuangan,” ujar rektor kepada wartawan.

Pernyataan tersebut sontak menimbulkan tanda tanya besar, sebab diungkapkan secara terbuka dan dinilai tidak lazim dalam tata kelola institusi pendidikan tinggi.

Sejumlah pihak internal menilai, pernyataan rektor tersebut merupakan akumulasi dari persoalan komunikasi dan koordinasi yang sudah lama terjadi.

Hubungan kerja antara pimpinan kampus dengan unit Humas dan Keuangan disebut-sebut tidak berjalan harmonis, bahkan kerap memicu miskomunikasi dalam pengambilan kebijakan.

“Kalau sampai rektor bicara ke media seperti itu, berarti persoalannya sudah tidak sederhana. Ada ketidakcocokan yang cukup dalam antara pimpinan dan bawahan,” ujar salah satu dosen UNIBA yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga  Anggaran Kerapan Sapi Piala Presiden Rp150 Juta Tahun 2026 Disorot, Disbudporapar Sumenep Diduga Tak Pernah Gelar Kegiatan

Menurutnya, Humas dan Keuangan merupakan dua unit strategis yang seharusnya menjadi penopang utama kebijakan rektorat. Ketika relasi internal di dua sektor itu terganggu, dampaknya bisa meluas pada citra kampus dan stabilitas administrasi.

Pernyataan rektor tersebut juga memunculkan kritik dari kalangan pemerhati pendidikan. Mereka menilai, konflik internal seharusnya diselesaikan secara kelembagaan, bukan disampaikan ke ruang publik yang justru berpotensi merusak marwah kampus.

“Ini soal profesionalisme. Kampus adalah institusi akademik, bukan ruang curhat konflik personal. Jika ada masalah kinerja Humas atau Keuangan, mekanismenya jelas: evaluasi, pembinaan, atau penataan ulang struktur,” kata seorang aktivis di Sumenep.

Ia menambahkan, keterbukaan informasi memang penting, namun tetap harus dibedakan antara transparansi publik dan persoalan internal manajerial.

Di sisi lain, kabar disharmoni internal ini mulai menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa. Mereka khawatir konflik di tingkat pimpinan akan berdampak pada layanan akademik, keuangan, hingga aktivitas kemahasiswaan.

Baca Juga  Di Tengah Sorotan Proyek P3TGAI Keris Sakteh dan Rampak Naong, Kades Lembung Timur Bungkam

“Yang kami takutkan, urusan administrasi jadi lambat, kegiatan kampus terganggu, atau kebijakan jadi tidak jelas arahnya,” ungkap salah satu perwakilan mahasiswa.

Mahasiswa berharap pimpinan kampus segera menyelesaikan persoalan tersebut secara dewasa dan profesional, tanpa saling menyalahkan di ruang publik.

Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Humas maupun bagian Keuangan terkait pernyataan rektor tersebut. Publik kampus menunggu penjelasan utuh agar tidak terjadi spekulasi berkepanjangan.

Sejumlah pihak bahkan mendesak yayasan atau badan pengelola UNIBA untuk turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen internal kampus. Langkah ini dinilai penting demi menjaga stabilitas kelembagaan dan kepercayaan publik terhadap UNIBA sebagai institusi pendidikan.

Konflik internal yang kini terbuka lebar ini menjadi ujian serius bagi kepemimpinan UNIBA. Publik menanti, apakah persoalan tersebut akan diselesaikan secara elegan dan institusional, atau justru berlarut-larut dan semakin menggerus wibawa kampus.

Penulis : T2

Editor : R IE Q

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru