Ketua PKDI Sumenep Peringatkan Kepala Desa Waspada Peretasan WhatsApp Berkedok Undangan Pernikahan

Sunday, 19 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Kasus peretasan akun WhatsApp milik sejumlah kepala desa di Kabupaten Sumenep semakin meresahkan. Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Sumenep, H. Ubaid Abdul Hayat, mengingatkan seluruh kepala desa agar lebih berhati-hati terhadap pesan mencurigakan yang beredar melalui aplikasi WhatsApp.

Menurut H. Ubaid, dalam beberapa pekan terakhir, banyak kepala desa menjadi korban setelah menerima file undangan pernikahan berformat .APK. File tersebut ternyata bukan undangan, melainkan perangkat lunak berbahaya yang memungkinkan pelaku mengambil alih akun korban.

“Pelaku mengirim file yang seolah-olah undangan pernikahan. Begitu dibuka, akun WhatsApp kades langsung diretas dan dipakai menipu warga,” ungkap H. Ubaid, Minggu (19/10/2025).

Ia menyebut, dampak dari serangan ini tidak hanya sebatas kehilangan akun pribadi, tetapi juga menyangkut nama baik dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa. Setelah akun diretas, pelaku biasanya berpura-pura sebagai kepala desa dan meminta sejumlah uang kepada warga.

“Ini bukan lagi soal pribadi, tapi soal kepercayaan masyarakat terhadap pemimpinnya. Kalau akun kades disalahgunakan untuk menipu, yang rusak adalah citra pemerintah desa,” tegasnya.

Baca Juga  SPPG Pangorayan Terancam Ditutup, Satgas MBG Temukan Sejumlah Persoalan Saat Sidak

H. Ubaid juga mengingatkan bahwa pelaku kejahatan digital kini semakin pintar dalam menyamarkan aksinya. Mereka memanfaatkan rasa percaya di antara sesama perangkat desa dengan mengirim pesan yang tampak wajar, padahal mengandung virus berbahaya.

“Sekarang pelaku sudah lihai. Jangan mudah percaya hanya karena pengirimnya dikenal. Bisa jadi nomor itu sudah diambil alih,” ujarnya.

Menanggapi situasi tersebut, PKDI Sumenep resmi mengeluarkan imbauan keamanan digital kepada seluruh kepala desa dan perangkatnya, di antaranya:

Hindari membuka file atau link dengan format .APK, meski dikirim oleh kontak yang dikenal.

Aktifkan verifikasi dua langkah pada akun WhatsApp.

Segera laporkan kasus peretasan ke pihak kepolisian atau Dinas Kominfo setempat.

Gunakan ponsel resmi dan aplikasi yang terupdate untuk meminimalkan celah keamanan.

Selain imbauan, H. Ubaid mendesak Dinas Kominfo Sumenep untuk segera turun tangan memberikan edukasi dan pelatihan kepada perangkat desa.

Baca Juga  Dugaan Rangkap Jabatan Ketua BPD Kolpo dan Kepala MI Insial AS, Siap Laporkan ke Inspektorat

Menurutnya, kepala desa merupakan salah satu target empuk bagi pelaku kejahatan siber karena sering berhubungan dengan banyak pihak dan menerima berbagai file.

“Kades sering berkomunikasi dengan banyak orang, termasuk pihak luar. Kalau tidak paham bahaya digital, mereka mudah jadi korban,” katanya.

Sebagai langkah konkret, PKDI Sumenep tengah menyiapkan program “Desa Cerdas Digital”, yang akan fokus pada peningkatan literasi dan keamanan siber di tingkat desa. Program ini rencananya melibatkan Dinas Kominfo, aparat kepolisian, serta komunitas literasi digital.

“Kami ingin semua perangkat desa paham cara melindungi diri dari jebakan digital. Dunia sudah berubah, dan kepala desa juga harus siap menghadapi tantangan teknologi,” ujar H. Ubaid.

Di akhir pernyataannya, ia kembali mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tertipu oleh pesan undangan digital mencurigakan.

“Kalau ada undangan pernikahan dikirim lewat WhatsApp dan berformat .APK, jangan sekali-kali dibuka. Itu bukan undangan, itu perangkap penjahat siber,” tutup H. Ubaid Abdul Hayat, Ketua PKDI Sumenep.

Berita Terkait

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
AHY Dorong Percepatan Infrastruktur Madura, Sebut Karapan Sapi Simbol Keberanian dan Kehormatan
DPRD Sumenep Inventarisasi Aspirasi Warga, Hasil Reses III Jadi Acuan Penyusunan Program 2027
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Sumenep Dorong PAD dan Layanan Publik Lebih Optimal
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Tuesday, 4 August 2026 - 18:57

Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar

Tuesday, 4 August 2026 - 18:34

Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari

Monday, 3 August 2026 - 09:27

AHY Dorong Percepatan Infrastruktur Madura, Sebut Karapan Sapi Simbol Keberanian dan Kehormatan

Berita Terbaru