SUMENEP, Newsline.id — Penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap Imam Wahyudi, remaja asal Kecamatan Kota Sumenep, kembali memasuki fase baru. Setelah sebelumnya penyidik memeriksa dua terlapor berinisial Z dan R, kini muncul satu nama baru yang diduga turut terlibat: seorang kepala desa berinisial B.
Informasi mengenai munculnya terlapor ketiga ini disampaikan langsung oleh keluarga korban. Mereka mengaku mendapatkan keterangan tambahan dari Imam mengenai detail kekerasan yang dialaminya pada malam kejadian.
Imam Wahyudi mengaku bukan hanya mengalami cekikan dan tamparan dari dua terlapor sebelumnya. Dalam penuturan kepada keluarga, ia menyebut seorang kepala desa diduga ikut memberi pukulan dan tendangan.
“Dia bilang telinganya ditendang, juga perut bagian bawah. Yang melakukan itu katanya Kepala Desa B,” ungkap Alimudin, kakek korban, saat dikonfirmasi (20/11).
Menurutnya, keluarga sama sekali tidak menduga keterlibatan seorang pejabat desa dalam insiden tersebut.
Kanit Pidum Polres Sumenep menegaskan bahwa pihaknya akan meminta keterangan dari seluruh individu yang namanya muncul dalam laporan korban. Ia memastikan penanganan kasus mulai diarahkan ke tingkat penyidikan.
“Kemarin sudah saya arahkan penyidiknya untuk gelar naik ke sidik,” ujarnya singkat (18/11).
Peningkatan status penanganan ini membuka peluang adanya penetapan tersangka apabila alat bukti dinilai cukup.
Keluarga korban mengapresiasi setiap perkembangan yang ada, namun tetap berharap tidak ada perlindungan bagi siapa pun yang terlibat dalam dugaan tindak kekerasan tersebut.
“Kami ingin semuanya diproses. Mau pejabat atau bukan, harus diperiksa,” tegas Alimudin (20/11).
Menurutnya, langkah hukum harus berjalan transparan agar keluarga mendapatkan kepastian keadilan.
Kasus Ditangani dengan Sangkaan Pengeroyokan
Polisi memastikan bahwa kasus ini terus berjalan dengan dasar Pasal 170 ayat (1) dan Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang pengeroyokan serta penganiayaan.
Proses hukum yang kini memasuki tahap baru diharapkan mampu mengungkap peran masing-masing pihak dalam insiden yang menimpa Imam Wahyudi tersebut.
Penulis : T2
Editor : Amira








