Kades Bungkam, Camat Rubaru Ikut Diam soal Aspal Rapuh Rp94 Juta di Desa Bunbarat

Thursday, 29 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Sorotan terhadap proyek pengaspalan jalan desa di Dusun Bunbarat, RT 004 RW 001, Desa Bunbarat, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, kian menguat. Setelah aktivis membongkar buruknya kualitas aspal yang disebut bisa dikelupas hanya dengan tangan, kini sikap bungkam justru ditunjukkan oleh pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab.

Hingga berita lanjutan ini diturunkan, Kepala Desa Bunbarat belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi terkait temuan aktivis di lapangan. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui sambungan telepon maupun pesan singkat tidak mendapat respons.

Tak hanya kepala desa, sikap serupa juga ditunjukkan oleh Camat Rubaru. Sebagai pimpinan wilayah yang memiliki fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap pemerintah desa, camat dinilai memilih diam di tengah polemik penggunaan Dana Desa (DD) senilai Rp94.185.000 tersebut.

Sikap bungkam dua pejabat ini memantik kekecewaan sekaligus kecurigaan dari kalangan aktivis. Mereka menilai, diamnya kepala desa dan camat justru memperkuat dugaan adanya persoalan serius dalam pelaksanaan proyek pengaspalan tersebut.

Baca Juga  Pungutan Rp150 Ribu Diduga Langgar Aturan, Mahasiswa KIP STKIP Sumenep 2019 Dipalak Saat Registrasi Ulang

“Kalau pekerjaannya benar dan sesuai spesifikasi, harusnya tidak alergi klarifikasi. Ini malah kades bungkam, camat ikut bungkam. Wajar kalau publik curiga,” ujar salah satu aktivis yang sebelumnya turun langsung ke lokasi.

Aktivis juga menegaskan bahwa camat tidak bisa lepas tangan. Menurut mereka, pengawasan penggunaan Dana Desa bukan hanya tanggung jawab pemerintah desa, tetapi juga melekat pada pemerintah kecamatan sebagai perpanjangan tangan pemerintah kabupaten.

“Camat itu bukan pajangan. Ada fungsi pembinaan dan pengawasan. Kalau ada proyek DD bermasalah lalu camat diam, patut dipertanyakan sejauh mana pengawasannya selama ini,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pengaspalan jalan desa tersebut memiliki volume sepanjang 270 meter dengan lebar 2,5 meter, bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025, dan dilaksanakan oleh TPK Bidang Pembangunan Desa. Namun di lapangan, kualitas pekerjaan dinilai jauh dari standar, dengan kondisi aspal rapuh, tidak rata, dan tampak cepat rusak meski baru dikerjakan.

Baca Juga  Pemalsuan Tanda Tangan Kades Kertasada, Ketua Pokmas Setia Budi Inisial ADP Terancam Pidana

Aktivis kembali mendesak Inspektorat Kabupaten Sumenep, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), hingga aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan audit teknis dan anggaran terhadap proyek tersebut.

“Kalau kades dan camat memilih diam, maka negara harus hadir. Jangan sampai uang rakyat habis, jalannya rusak, lalu semua saling cuci tangan,” pungkasnya.

Redaksi Newsline.id masih berupaya menghubungi Kepala Desa Bunbarat dan Camat Rubaru untuk memperoleh keterangan resmi. Apabila tanggapan telah diterima, akan dimuat pada berita selanjutnya.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Berita Terkait

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
AHY Dorong Percepatan Infrastruktur Madura, Sebut Karapan Sapi Simbol Keberanian dan Kehormatan
DPRD Sumenep Inventarisasi Aspirasi Warga, Hasil Reses III Jadi Acuan Penyusunan Program 2027
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Sumenep Dorong PAD dan Layanan Publik Lebih Optimal
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Tuesday, 4 August 2026 - 18:57

Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar

Tuesday, 4 August 2026 - 18:34

Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari

Monday, 3 August 2026 - 09:27

AHY Dorong Percepatan Infrastruktur Madura, Sebut Karapan Sapi Simbol Keberanian dan Kehormatan

Berita Terbaru