Masalembu Menunggu Terang: Perjuangan Panjang Hadirkan Listrik Negara Belum Usai

Monday, 4 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Harapan masyarakat Pulau Masalembu untuk menikmati listrik negara hingga kini belum sepenuhnya terwujud. Di tengah kondisi geografis kepulauan yang menantang, perjuangan menghadirkan akses energi terus dilakukan, meski berbagai kendala masih menghadang.

Pulau yang dikenal sebagai salah satu wilayah strategis di jalur pelayaran nasional itu sejatinya menyimpan potensi besar, khususnya di sektor kelautan dan perikanan. Namun ironisnya, hingga saat ini sebagian besar wilayahnya belum terlayani listrik dari negara secara maksimal.

Anggota DPRD Kabupaten Sumenep asal kepulauan, Ahmad Juhairi, menjadi salah satu figur yang konsisten mengawal aspirasi tersebut. Ia menyebut, kebutuhan listrik bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan mendasar yang harus segera dipenuhi.

“Masalembu ini punya potensi besar, tapi tanpa listrik yang memadai, perkembangan ekonomi masyarakat menjadi terhambat,” ujarnya.

Upaya menghadirkan listrik sebenarnya telah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Pada awal 2020, lebih dari 1.300 tiang listrik berhasil dipasang di sejumlah titik di Masalembu. Pemasangan itu menjadi tanda awal keseriusan pemerintah dalam membangun infrastruktur kelistrikan di wilayah kepulauan.

Baca Juga  Umroh VIP Harga Subsidi Bersama H. Indra Wahyudi: Kesempatan Langka Bagi Jamaah Sumenep

Namun, perjalanan menuju realisasi penuh ternyata tidak semulus yang diharapkan. Hingga saat ini, pembangunan pembangkit listrik masih belum dapat diselesaikan. Salah satu persoalan krusial yang dihadapi adalah ketersediaan lahan untuk lokasi pembangkit.

“Ini yang menjadi kendala utama. Infrastruktur jaringan sudah mulai terbangun, tapi pembangkitnya belum bisa direalisasikan karena persoalan lahan,” kata Juhairi.

Tak tinggal diam, berbagai langkah lanjutan terus dilakukan. Pada Februari 2026 lalu, Juhairi bersama perwakilan masyarakat kembali melakukan audiensi ke pemerintah pusat untuk mempercepat proses tersebut. Mereka berharap ada intervensi kebijakan yang dapat mempercepat pembangunan.

Selain itu, pendekatan juga dilakukan dengan melibatkan pihak swasta. Salah satu perusahaan yang diajak berkomunikasi adalah PT Elnusa Tbk. Dalam pertemuan yang digelar bersama jajaran manajemen perusahaan, muncul sinyal positif untuk membantu mencarikan solusi atas kebutuhan lahan.

Pihak Elnusa, melalui perwakilannya, menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti usulan tersebut dengan berkoordinasi bersama PT PLN (Persero) dan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Langkah ini disambut baik oleh masyarakat. Mereka menilai, keterlibatan berbagai pihak menjadi harapan baru di tengah lambannya realisasi proyek listrik yang telah lama dinanti.

Baca Juga  Lokasi Tak Jelas Diduga Tumpang Tindih, BKK Tangkis Laut dan BK Desa di Bicabbi Sama-sama Rp100 Juta Tahun 2025

Bagi warga Masalembu, listrik bukan sekadar penerangan. Kehadiran energi listrik diyakini akan membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kualitas pendidikan, hingga memperbaiki layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Seorang warga setempat mengaku, selama ini aktivitas masyarakat sangat bergantung pada sumber listrik alternatif yang terbatas dan tidak stabil.

“Kami berharap listrik dari negara segera masuk. Supaya anak-anak bisa belajar dengan layak, usaha juga bisa berkembang,” ungkapnya.

Dalam berbagai forum koordinasi sepanjang 2025 hingga 2026, isu percepatan listrik di Masalembu terus menjadi perhatian. Pemerintah daerah dan pihak terkait disebut terus mencari jalan keluar, terutama dalam mengatasi persoalan lahan.

Meski belum menemukan titik terang sepenuhnya, perjuangan menghadirkan listrik di Pulau Masalembu tetap berjalan. Aspirasi masyarakat terus disuarakan, dengan harapan negara benar-benar hadir hingga ke wilayah terluar.

Bagi Masalembu, terang bukan sekadar cahaya melainkan simbol keadilan pembangunan yang telah lama dinantikan.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah
Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih
Danramil Minta Pemborong dan Kepala Tukang Dipertemukan, Pemborong KDMP: Upah Pekerja Sudah Lunas
Menantu Diduga Bacok Mertua hingga Tewas di Sampang, Polisi Amankan Pelaku di Mushala
DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep
Kades Legung Barat Benarkan Upah Pekerja KDMP Belum Dibayar, Akui Tak Kenal Pemborong
Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 21 September 2026 - 21:23

Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah

Monday, 21 September 2026 - 20:03

Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih

Monday, 21 September 2026 - 19:18

Danramil Minta Pemborong dan Kepala Tukang Dipertemukan, Pemborong KDMP: Upah Pekerja Sudah Lunas

Monday, 21 September 2026 - 18:12

Menantu Diduga Bacok Mertua hingga Tewas di Sampang, Polisi Amankan Pelaku di Mushala

Monday, 21 September 2026 - 17:26

DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep

Berita Terbaru