Haji Her Siap Bantu Selesaikan Insiden Indomaret Palengaan

Tuesday, 13 October 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – CEO Bawang Mas Group, Haji Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her, menyatakan kesediaannya untuk terlibat dalam upaya penyelesaian insiden pengrusakan gerai Indomaret di Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan. Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara damai demi kebaikan bersama.

Pernyataan itu disampaikan Haji Her pada Selasa (13/10/2026). Ia menilai tindakan pengrusakan yang dilakukan sebagian masyarakat terhadap gerai ritel modern tersebut tidak dapat dibenarkan, meskipun terdapat persoalan yang melatarbelakangi penolakan warga.

“Saya siap terlibat bagaimana untuk menyelesaikan masalah ini demi kebaikan bersama. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua,” ujar Haji Her.

Ia mengungkapkan, insiden tersebut turut mendapat perhatian sejumlah pejabat. Bahkan, menurut pengakuannya, beberapa pejabat, termasuk seorang menteri, telah menghubunginya untuk menanyakan kronologi kejadian di Palengaan.

“Kemarin ada beberapa pejabat yang menelepon saya, termasuk menteri menanyakan kronologi kejadian tersebut,” tuturnya.

Menyikapi situasi itu, Haji Her mengaku langsung berkomunikasi dengan sejumlah tokoh untuk mencari jalan keluar. Ia memahami bahwa penolakan sebagian masyarakat terhadap keberadaan Indomaret tidak terlepas dari aspirasi warga yang disampaikan melalui para kiai.

Baca Juga  Sekda Sumenep Ir. Edy Rasyadi Purna Tugas, Akhiri 35 Tahun Pengabdian

Menurutnya, masyarakat Madura memiliki kebiasaan menjadikan kiai sebagai tempat menyampaikan keluhan, termasuk persoalan ekonomi, tembakau, garam, hingga aktivitas usaha yang dinilai berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

“Jadi yang saya tangkap, sebagian masyarakat tidak setuju kalau ada Indomaret. Orang Madura biasa berkeluh kesah kepada kiai, termasuk persoalan tembakau, garam, dan pengusaha,” jelasnya.

Haji Her menerangkan, aspirasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui surat dari kalangan kiai kepada Bupati Pamekasan agar keberadaan dan pembangunan gerai Indomaret ditinjau kembali.

Berdasarkan penjelasannya, pemerintah daerah menerima aspirasi tersebut dan menemukan persoalan terkait kelengkapan perizinan pembangunan. Bupati Pamekasan pun disebut telah mengeluarkan surat teguran kepada pihak pengelola.

Namun, menurut Haji Her, pembangunan yang tetap berlanjut ketika proses teguran berlangsung memunculkan kekecewaan di kalangan sebagian warga. Situasi itu kemudian berkembang hingga berujung pada tindakan pengrusakan.

“Kayak maksa kata masyarakat, tidak mendengarkan, kayak nantang, akhirnya terjadilah. Itu di luar kendali, masyarakat marah,” ungkapnya.

Baca Juga  Dalang Rokok Ilegal Suryaku: Oknum Polisi J, Adiknya A, dan H. H Bermain di Balik Bungkus

Meski memahami adanya kekecewaan warga, Haji Her menegaskan bahwa tindakan anarkis bukanlah jalan yang tepat untuk menyelesaikan persoalan. Ia mengajak masyarakat agar tetap mengikuti arahan para kiai dan menempuh mekanisme penyelesaian secara baik.

Ia juga meminta seluruh pihak yang terlibat untuk menahan diri, membuka ruang komunikasi, serta saling memaafkan agar situasi tidak semakin memanas.

Menurutnya, insiden tersebut harus menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak, baik masyarakat maupun pengelola Indomaret. Persoalan serupa diharapkan tidak kembali terjadi apabila setiap pihak mengedepankan komunikasi, kepatuhan terhadap aturan, dan penghormatan terhadap aspirasi masyarakat setempat.

“Semua pihak harus menahan diri dan saling memaafkan. Kejadian ini menjadi bahan introspeksi bagi masyarakat maupun pihak Indomaret agar tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Hingga persoalan tersebut menemukan penyelesaian, kepastian mengenai kelengkapan perizinan gerai dan langkah tindak lanjut pemerintah daerah menjadi hal penting untuk diklarifikasi secara terbuka. Dengan demikian, penyelesaian tidak hanya berfokus pada insiden pengrusakan, tetapi juga pada persoalan yang memicu penolakan masyarakat.

Penulis : Rohim

Editor : Moch Thoriqil Akmal

Berita Terkait

Bupati Sumenep Apresiasi Media Expo Perdana di Jawa Timur, Cak Fauzi Bangga dengan Inisiatif Media Lokal
Media Expo 2026 Resmi Dibuka, Kolaborasi Tiga Media Dorong UMKM dan Pelestarian Budaya Sumenep
Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umur Terungkap, Pemuda 20 Tahun Jadi Tersangka di Sumenep
Legalitas Tanah KDMP di Lapangan Tembak Dipertanyakan, Raja Hantu Sentil: Jangan Sampai Kodim Dianggap di Atas Hukum
Operasi Sikat Semeru 2026, Polresta Sumenep Bongkar 9 Kasus Pencurian dan Tangkap 10 Tersangka
KDMP Pamolokan dan Kebun Agung Disorot, Aktivis Desak Dandim Turun Tangan: Jangan Alergi Aturan!
Hari Santri 2026, Bupati Sumenep Ajak Santri Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa
Diduga Rugikan Korban Rp375 Juta, Pria 66 Tahun Diamankan Satreskrim Polresta Sumenep
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 24 October 2026 - 23:05

Bupati Sumenep Apresiasi Media Expo Perdana di Jawa Timur, Cak Fauzi Bangga dengan Inisiatif Media Lokal

Saturday, 24 October 2026 - 22:55

Media Expo 2026 Resmi Dibuka, Kolaborasi Tiga Media Dorong UMKM dan Pelestarian Budaya Sumenep

Saturday, 24 October 2026 - 16:29

Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umur Terungkap, Pemuda 20 Tahun Jadi Tersangka di Sumenep

Saturday, 24 October 2026 - 16:08

Legalitas Tanah KDMP di Lapangan Tembak Dipertanyakan, Raja Hantu Sentil: Jangan Sampai Kodim Dianggap di Atas Hukum

Saturday, 24 October 2026 - 15:48

Operasi Sikat Semeru 2026, Polresta Sumenep Bongkar 9 Kasus Pencurian dan Tangkap 10 Tersangka

Berita Terbaru