Dua Nyawa Melayang di Sumenep: Persalinan Berujung Tragedi, Keluarga Menuntut Jawaban

Sunday, 16 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Harapan akan kelahiran anak pertama berubah menjadi duka mendalam bagi keluarga muda asal Desa Tengiden, Kecamatan Batuputih. Sefti Wilda (20) dan bayi yang dikandungnya sama-sama meregang nyawa setelah menjalani persalinan di tempat praktik Bidan berinisial R di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Jumat (14/11/2025).

Informasi yang dihimpun Newsline.id menunjukkan sejumlah kejanggalan sejak proses persalinan berlangsung hingga korban dirujuk ke RSIA Esto Ebhu. Keluarga kini menuntut penjelasan terbuka dari semua pihak terkait.

Seorang tokoh masyarakat Kecamatan Batuputih yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan kronologi yang mengejutkan.

Menurutnya, saat proses persalinan, kepala bayi Sefti sempat keluar sebagian namun tidak diambil tindakan cepat untuk penanganan risiko bahaya.

“Kondisi bayi sudah membiru ketika berhasil dikeluarkan. Kepalanya terjepit cukup lama. Ini tanda bahaya yang seharusnya membuat bidan segera merujuk,” ungkapnya, Minggu (16/11/2025).

Sumber tersebut menduga bayi mengalami asfiksia berat atau kekurangan oksigen, yang menyebabkan kematian saat lahir.

Setelah bayi dinyatakan meninggal di tempat praktik, Sefti disebut mengalami kondisi kritis dan baru dibawa ke RSIA Esto Ebhu pada sore hari.

Baca Juga  Audit Inspektorat Ungkap Kerugian Negara di Desa Batang-Batang Daya, Nilai Temuan Capai Rp127 Juta

Namun upaya medis tidak berhasil menyelamatkannya. Sabtu pagi, 15 November 2025, Sefti Wilda dinyatakan meninggal dunia.

Seorang petugas parkir yang ditemui wartawan membenarkan kabar tersebut.

“Benar, pasien dari Tengiden itu meninggal pagi tadi. Jenazahnya langsung dipulangkan ke rumah keluarga,” katanya singkat.

Tim Newsline.id telah berusaha mendapatkan klarifikasi langsung dari Bidan R, namun pesan yang dikirim melalui WhatsApp tidak berbalas hingga berita ini ditulis.

Upaya konfirmasi ke RSIA Esto Ebhu juga menuai hambatan. Direktur rumah sakit, dr. Moh. Ibnu Hajar, ditemui tim media di halaman RS, namun memilih tidak memberikan pernyataan apa pun. Ia hanya masuk ke dalam gedung tanpa menjawab satu pun pertanyaan.

Keluarga korban menilai ada banyak hal yang tidak sesuai prosedur, mulai dari penanganan awal hingga proses rujukan. Mereka berharap instansi terkait tidak menutup mata.

“Kami hanya ingin keadilan. Anak kami datang sehat, tapi pulang dalam dua jenazah,” ujar salah satu kerabat, dengan suara berat.

Baca Juga  Diduga Mark Up Puluhan Juta, SPPG Al-Bukhori Murtajih Disorot: Satgas MBG Pamekasan Diminta Tegas Soal Menu Tak Sesuai Standar

Kasus ini kini menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Banyak pihak menilai perlunya langkah tegas untuk mengungkap apakah benar terjadi kelalaian atau pelanggaran standar pelayanan.

IBI dan IDI diminta turun langsung melakukan pemeriksaan etik dan profesional terhadap penanganan persalinan oleh Bidan R dan proses medis di RSIA Esto Ebhu.

Dinas Kesehatan Sumenep didesak melakukan audit layanan, termasuk kelayakan praktik, kompetensi penanganan kasus risiko tinggi, serta alur rujukan.

Polres Sumenep diminta membuka penyelidikan pidana, terutama jika ditemukan indikasi kelalaian berat yang menyebabkan hilangnya nyawa ibu dan bayi.

Sebagai bagian dari prinsip jurnalisme berimbang, Newsline.id tetap membuka ruang bagi Bidan R maupun RSIA Esto Ebhu untuk memberikan penjelasan. Hingga kini, tidak ada satu pun keterangan resmi yang diterima redaksi.

Dua nyawa melayang dalam situasi yang seharusnya bisa dicegah. Tanpa transparansi, kasus ini hanya akan menambah deret panjang pertanyaan: adakah standar keselamatan ibu dan bayi yang benar-benar dipatuhi?

Keluarga menunggu jawaban. Publik menunggu kejelasan. Dan yang terpenting, Sefti Wilda dan bayinya berhak atas kebenaran.

Berita Terkait

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
AHY Dorong Percepatan Infrastruktur Madura, Sebut Karapan Sapi Simbol Keberanian dan Kehormatan
DPRD Sumenep Inventarisasi Aspirasi Warga, Hasil Reses III Jadi Acuan Penyusunan Program 2027
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Tuesday, 4 August 2026 - 18:57

Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar

Tuesday, 4 August 2026 - 18:34

Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari

Berita Terbaru