Audit Inspektorat Ungkap Kerugian Negara di Desa Batang-Batang Daya, Nilai Temuan Capai Rp127 Juta

Wednesday, 24 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Setelah menjadi sorotan publik selama berbulan-bulan, Inspektorat Kabupaten Sumenep akhirnya menuntaskan audit investigasi atas realisasi Dana Desa (DD) di Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang. Hasilnya, tim auditor menemukan potensi kerugian negara bernilai ratusan juta rupiah.

Irban Investigasi dan Pengaduan Masyarakat Inspektorat Sumenep, Amirul Fathoni, mengungkapkan bahwa proses audit telah melalui tahapan pemeriksaan lapangan hingga gelar perkara (expose) bersama Aparat Penegak Hukum (APH) sejak Agustus lalu.

“Audit investigasi sudah kami selesaikan. Expose juga sudah dilakukan bersama APH,” ujarnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (24/12/2025).

Berdasarkan laporan hasil audit investigasi, nilai temuan yang harus ditindaklanjuti oleh Pemerintah Desa Batang-Batang Daya mencapai sekitar Rp127.521.000. Laporan tersebut secara administratif dinyatakan rampung pada 25 Desember 2025, namun baru diterima pihak desa pada 3 Desember 2025.

Baca Juga  Pengacara Moh. Waris Resmi Gugat Dokter Forensik: Laporan Otopsi Dinilai Menyesatkan

Inspektorat memberikan waktu 60 hari kerja kepada pemerintah desa untuk menindaklanjuti temuan tersebut, termasuk pengembalian kerugian negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Regulasinya jelas, setelah laporan diterima desa, ada waktu 60 hari kerja untuk menyelesaikan tindak lanjut hasil audit,” terang Amirul.

Meski menemukan nilai kerugian yang signifikan, Inspektorat menegaskan bahwa status temuan saat ini masih dikategorikan sebagai administratif. Menurut Amirul, secara perencanaan kegiatan desa telah dituangkan dalam APBDes dan dilaporkan secara periodik, meski dalam pelaksanaannya ditemukan ketidaksesuaian.

“Untuk sementara yang kami temukan masih dalam ranah administratif,” tegasnya.

Namun demikian, Inspektorat tidak menutup kemungkinan temuan tersebut berlanjut ke ranah hukum. Apabila dalam batas waktu yang ditentukan pemerintah desa tidak menindaklanjuti hasil audit, maka persoalan tersebut dapat diserahkan sepenuhnya kepada APH.

Baca Juga  Kebakaran Hebat di Kangayan Hanguskan Rumah Warga, Penjual BBM Eceran Terluka

“Jika dalam 60 hari kerja tidak ada penyelesaian, itu bisa menjadi ranah berikutnya yang ditangani oleh APH,” pungkasnya.

Kasus ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap pengelolaan Dana Desa agar penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kerugian keuangan negara.

Penulis : T2

Editor : R IE Q

Berita Terkait

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
AHY Dorong Percepatan Infrastruktur Madura, Sebut Karapan Sapi Simbol Keberanian dan Kehormatan
DPRD Sumenep Inventarisasi Aspirasi Warga, Hasil Reses III Jadi Acuan Penyusunan Program 2027
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Sumenep Dorong PAD dan Layanan Publik Lebih Optimal
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Tuesday, 4 August 2026 - 18:57

Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar

Tuesday, 4 August 2026 - 18:34

Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari

Monday, 3 August 2026 - 09:27

AHY Dorong Percepatan Infrastruktur Madura, Sebut Karapan Sapi Simbol Keberanian dan Kehormatan

Berita Terbaru