Diduga Salahgunakan BBM Bersubsidi, Warga Desak Polisi Segera Tangkap Kades Sapeken

Friday, 6 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kapal Motor Layar, saat Bongkar/Muat BBM Jenis Solar Bersubsidi diduga Ilegal di Perairan Laut Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Foto: Kapal Motor Layar, saat Bongkar/Muat BBM Jenis Solar Bersubsidi diduga Ilegal di Perairan Laut Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

SUMENEP, Newsline.id – Warga Desa Sapeken mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas dan segera menangkap Kepala Desa (Kades) Sapeken atas dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Masyarakat merasa kerugian akibat penyalahgunaan BBM bersubsidi ini sangat besar dan meminta aparat kepolisian untuk bertindak tegas.

Hal tersebut terungkap dari pengakuan salah satu warga Sapeken yang enggan disebut namanya. Ia mendesak agar segera menangkap Kepala Desa (Kades) Sapeken (JJ) karena diduga terlibat dalam praktik jual beli BBM bersubsidi jenis solar secara ilegal.

“Kami meminta pihak kepolisian untuk menindak tegas Kades kami (Kades Sapeken/JJ, red) karena sudah melanggar hukum dan tidak seharusnya kepala desa memanfaatkan solar subsidi ini,” katanya, Kamis (5/2/2026).

Dia juga mengungkapkan bahwa bisnis BBM ilegal yang dilakukan JJ tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun, hingga sekarang tidak ada pihak berwajib yang berani menindaknya secara tegas.

Baca Juga  Perangkat Desa Kebunan Diberhentikan, Dengan Alasan Keterbatasan Anggaran Dana Desa.

“Aktivitas bongkar muat solar subsidi tersebut kerap terlihat di perairan sekitar Pulau Sapeken,” ungkapnya.

Informasi tersebut juga menyebutkan bahwa bisnis BBM ilegal yang dilakukan JJ selaku Kades Sapeken itu sudah banyak merugikan masyarakat Kepulauan Sapeken, terutama para nelayan kecil.

“Dampaknya sangat besar, kami para nelayan sangat terdampak karena seharusnya solar bersubsidi itu disalurkan untuk nelayan, tapi disalahgunakan oleh yang berkuasa,” jelasnya.

Untuk diketahui, kelangkaan solar di Kepulauan Sapeken sudah kerap terjadi. Para nelayan banyak mengeluhkan hal tersebut. Namun, pemerintah setempat tak kunjung memberikan solusi.

Dugaaan penyalahgunaan BBM bersubsidi ini telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat yang merasa bahwa subsidi BBM seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Baca Juga  Pemkab Sumenep Apresiasi Mitra Sponsorship, DRT The Big Family Terima Penghargaan Langsung dari Bupati

Oleh karena itu kata warga Sapeken tersebut, Polisi diharapkan dapat segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pihak-pihak yang terlibat dalam penyalahgunaan BBM bersubsidi. Masyarakat juga meminta transparansi dalam proses penyelidikan dan penegakan hukum agar kasus ini dapat diselesaikan dengan adil.

Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan dan klarifikasi resmi dari pihak terkait, baik dari Kades Sapeken dan aparat kepolisian. Namun, reporter media ini akan melakukan konfirmasi lebih lanjut terkait dugaan praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi yang terjadi di wilayah Pulau kecamatan Sapeken, Sumenep, Jawa Timur.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Berita Terkait

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan
Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan
Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot
30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan
DKPP Sumenep Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media
Anggaran “Plasma” Disbudporapar Sumenep Rp796 Juta Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Pemilik King Marmut “Imam” Diduga Beredar Tanpa PR Resmi, Bea Cukai Diminta Jangan Tutup Mata
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 25 May 2026 - 23:11

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan

Monday, 25 May 2026 - 22:50

Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan

Monday, 25 May 2026 - 22:35

Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot

Monday, 25 May 2026 - 07:12

30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan

Saturday, 23 May 2026 - 19:01

HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media

Berita Terbaru