SUMENEP, Newsline.id – Warga Desa Sapeken mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas dan segera menangkap Kepala Desa (Kades) Sapeken atas dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Masyarakat merasa kerugian akibat penyalahgunaan BBM bersubsidi ini sangat besar dan meminta aparat kepolisian untuk bertindak tegas.
Hal tersebut terungkap dari pengakuan salah satu warga Sapeken yang enggan disebut namanya. Ia mendesak agar segera menangkap Kepala Desa (Kades) Sapeken (JJ) karena diduga terlibat dalam praktik jual beli BBM bersubsidi jenis solar secara ilegal.
“Kami meminta pihak kepolisian untuk menindak tegas Kades kami (Kades Sapeken/JJ, red) karena sudah melanggar hukum dan tidak seharusnya kepala desa memanfaatkan solar subsidi ini,” katanya, Kamis (5/2/2026).
Dia juga mengungkapkan bahwa bisnis BBM ilegal yang dilakukan JJ tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun, hingga sekarang tidak ada pihak berwajib yang berani menindaknya secara tegas.
“Aktivitas bongkar muat solar subsidi tersebut kerap terlihat di perairan sekitar Pulau Sapeken,” ungkapnya.
Informasi tersebut juga menyebutkan bahwa bisnis BBM ilegal yang dilakukan JJ selaku Kades Sapeken itu sudah banyak merugikan masyarakat Kepulauan Sapeken, terutama para nelayan kecil.
“Dampaknya sangat besar, kami para nelayan sangat terdampak karena seharusnya solar bersubsidi itu disalurkan untuk nelayan, tapi disalahgunakan oleh yang berkuasa,” jelasnya.
Untuk diketahui, kelangkaan solar di Kepulauan Sapeken sudah kerap terjadi. Para nelayan banyak mengeluhkan hal tersebut. Namun, pemerintah setempat tak kunjung memberikan solusi.
Dugaaan penyalahgunaan BBM bersubsidi ini telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat yang merasa bahwa subsidi BBM seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Oleh karena itu kata warga Sapeken tersebut, Polisi diharapkan dapat segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pihak-pihak yang terlibat dalam penyalahgunaan BBM bersubsidi. Masyarakat juga meminta transparansi dalam proses penyelidikan dan penegakan hukum agar kasus ini dapat diselesaikan dengan adil.
Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan dan klarifikasi resmi dari pihak terkait, baik dari Kades Sapeken dan aparat kepolisian. Namun, reporter media ini akan melakukan konfirmasi lebih lanjut terkait dugaan praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi yang terjadi di wilayah Pulau kecamatan Sapeken, Sumenep, Jawa Timur.
Penulis : T2
Editor : MTAB








