Diduga Nepotisme, Suami Kades Kebunan Tetap Bertahan Meski Tak Aktif Bekerja, Perangkat Lain Diberhentikan

Thursday, 26 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Polemik pemberhentian salah satu perangkat Desa Kebunan kini memasuki babak baru. Setelah sebelumnya menuai sorotan karena alasan keterbatasan anggaran Dana Desa (DD), kebijakan Kepala Desa Kebunan kembali dikritik tajam lantaran diduga tidak adil dan tebang pilih.

Sejumlah warga desa menilai, alasan tidak cukupnya anggaran untuk menggaji perangkat desa menjadi kontradiktif. Pasalnya, di saat salah satu perangkat aktif diberhentikan, terdapat perangkat lain yang justru tetap dipertahankan meski tidak menjalankan tugas secara maksimal.

Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan, sosok yang dimaksud adalah suami dari Kepala Desa Kebunan yang menjabat sebagai Kaur Kesejahteraan (Kesra). Yang bersangkutan dikabarkan sudah cukup lama tidak aktif masuk kantor karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk beraktivitas.

Meski demikian, hak gaji disebut tetap diterima secara penuh tanpa adanya kebijakan pemberhentian ataupun penyesuaian.

“Ini yang jadi pertanyaan besar. Kalau alasannya anggaran tidak cukup, kenapa yang aktif justru diberhentikan, sementara yang tidak aktif tetap digaji?” ujar salah satu warga dengan nada heran.

Baca Juga  Galian C Ilegal di Andulang Sumenep Kian Tak Terkendali, Aparat Penegak Hukum Diminta Turun Tangan

Kondisi ini memicu dugaan adanya praktik nepotisme dalam tubuh pemerintahan desa. Keputusan yang diambil dinilai tidak mencerminkan asas keadilan serta profesionalitas dalam tata kelola pemerintahan.

Seorang aktivis menegaskan bahwa kebijakan tersebut berpotensi melanggar prinsip good governance yang seharusnya dijunjung tinggi oleh pemerintah desa.

“Ini bukan sekadar soal anggaran, tapi soal keadilan. Jangan sampai jabatan digunakan untuk melindungi kepentingan keluarga, sementara perangkat lain yang bekerja justru dikorbankan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa jika alasan kesehatan menjadi pertimbangan untuk tetap mempertahankan jabatan, seharusnya ada mekanisme yang jelas, seperti cuti atau penyesuaian tugas, bukan justru membiarkan ketidakhadiran tanpa kejelasan namun tetap menerima gaji.

“Kalau sakit, ada aturan. Bisa cuti atau diganti sementara. Tapi ini justru dibiarkan, sementara yang lain diberhentikan dengan alasan efisiensi anggaran. Ini jelas tidak adil,” lanjutnya.

Baca Juga  Tasyakuran dan Peresmian Kantor AWDI Sumenep, Tegaskan Peran Media sebagai Mitra Strategis Daerah

Situasi ini semakin memperkuat desakan agar pemerintah daerah, khususnya inspektorat, segera turun tangan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan Dana Desa serta kebijakan internal di Desa Kebunan.

Selain itu, publik juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa agar tidak menimbulkan konflik kepentingan yang merugikan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Kebunan masih belum memberikan tanggapan atas berbagai tudingan yang berkembang. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media juga belum mendapatkan respons.

Sikap bungkam tersebut dinilai semakin memperkeruh situasi dan memperkuat kecurigaan publik terhadap adanya ketidakwajaran dalam pengambilan kebijakan di tingkat desa.

Masyarakat berharap, polemik ini segera mendapat perhatian serius dari pihak berwenang agar prinsip keadilan dan transparansi dalam pemerintahan desa benar-benar ditegakkan.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Berita Terkait

Polres Sumenep Intensifkan Patroli Dini Hari, Antisipasi Balap Liar di Sejumlah Ruas Jalan
RSUDMA FC Sumenep Raih Runner-up di Tour de Java Trofeo Persahabatan 2026
Disdik dan Dewan Pendidikan Sumenep Gelar Pelatihan Karya Ilmiah untuk Guru
Festival Mancing Kedatim 2026 Dorong Wisata Mangrove dan Ekonomi Warga Pesisir
Polres Pamekasan Gencarkan Patroli Malam, Belasan Motor Berknalpot Brong Diamankan
Valen DA7 Guncang Madura Fest 2026, Ribuan Penonton Padati Stadion A. Yani Sumenep
DRT Bersama Sejumlah Sponsor Meriahkan Gelaran Madura Fest 2026
Raih Emas untuk Daerah, Bonus Rp25 Juta Tak Kunjung Cair: Di Mana Komitmen Pemkab dan KONI Pamekasan?
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 1 June 2026 - 07:39

Polres Sumenep Intensifkan Patroli Dini Hari, Antisipasi Balap Liar di Sejumlah Ruas Jalan

Monday, 1 June 2026 - 07:23

RSUDMA FC Sumenep Raih Runner-up di Tour de Java Trofeo Persahabatan 2026

Monday, 1 June 2026 - 07:18

Disdik dan Dewan Pendidikan Sumenep Gelar Pelatihan Karya Ilmiah untuk Guru

Monday, 1 June 2026 - 07:13

Festival Mancing Kedatim 2026 Dorong Wisata Mangrove dan Ekonomi Warga Pesisir

Sunday, 31 May 2026 - 22:13

Valen DA7 Guncang Madura Fest 2026, Ribuan Penonton Padati Stadion A. Yani Sumenep

Berita Terbaru