Diduga Fiktif, Penyertaan Modal BUMDes Rp600 Juta untuk Tambak Udang di Desa Kebun Dadap Timur Disorot

Friday, 8 May 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Lokasi Rencana Pembangunan Tambak Udang

Foto: Lokasi Rencana Pembangunan Tambak Udang

SUMENEP, Newsline.id – Dugaan penyimpangan penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, anggaran penyertaan modal yang bersumber dari dana desa di Desa Kebun Dadap Timur, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, dipertanyakan masyarakat karena proyek tambak udang yang direncanakan hingga kini disebut tidak terlihat realisasinya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyertaan modal BUMDes sejak tahun 2023 hingga 2025 ditaksir mencapai kurang lebih Rp600 juta. Anggaran tersebut disebut-sebut dialokasikan untuk pengembangan usaha tambak udang di desa setempat.

Namun hingga saat ini, masyarakat mengaku belum melihat adanya pembangunan tambak udang sebagaimana yang direncanakan dalam program tersebut. Kondisi itu memunculkan dugaan bahwa proyek tersebut fiktif atau tidak berjalan sesuai perencanaan awal.

“Kalau memang ada anggaran ratusan juta untuk tambak udang, mana buktinya? Sampai sekarang tidak ada pembangunan yang jelas,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga  Hujan dan Angin Kencang Sebabkan Pohon Tumbang di Pakandangan Tengah, Satu Rumah Rusak dan Lima Warga Luka

Warga menilai, penyertaan modal BUMDes seharusnya mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga. Namun, dugaan tidak adanya realisasi fisik proyek justru menimbulkan pertanyaan besar terkait penggunaan anggaran tersebut.

Selain itu, transparansi pemerintah desa juga dipertanyakan. Pasalnya, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Kebun Dadap Timur disebut masih bungkam saat dikonfirmasi media terkait penggunaan anggaran penyertaan modal BUMDes tersebut.

Sikap tertutup itu memicu desakan agar Inspektorat Kabupaten Sumenep segera turun tangan melakukan audit dan pemeriksaan terhadap pengelolaan dana penyertaan modal BUMDes di desa tersebut.

“Inspektorat harus bertindak. Jangan sampai dana desa yang nilainya besar justru tidak jelas penggunaannya. Kalau memang ada pelanggaran, harus diproses sesuai hukum,” kata warga lainnya.

Baca Juga  Kemendagri Beri Lampu Hijau, Pilkades Serentak Sampang Berpeluang Digelar Tahun 2026

Dugaan proyek fiktif dalam pengelolaan BUMDes dinilai menjadi persoalan serius karena menyangkut uang negara yang seharusnya digunakan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Penyertaan modal BUMDes wajib memiliki laporan pertanggungjawaban yang jelas, baik administrasi maupun realisasi usaha di lapangan. Jika ditemukan ketidaksesuaian antara anggaran dan pelaksanaan, maka aparat pengawas internal pemerintah hingga aparat penegak hukum dinilai perlu melakukan penelusuran lebih lanjut.

Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah daerah tidak tutup mata terhadap dugaan penyimpangan anggaran desa yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Desa Kebun Dadap Timur terkait dugaan fiktifnya proyek tambak udang yang bersumber dari penyertaan modal BUMDes tahun 2023 hingga 2025 tersebut.

Penulis : T2

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru