Diam Seribu Bahasa, Camat dan Kades Gapurana Bungkam Soal Proyek Bantuan Keuangan Khusus 2025 Senilai Rp 2,1 Miliar

Tuesday, 2 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Sejumlah proyek Bantuan Keuangan (BK) Khusus Desa di Gapurana, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, kembali menjadi sorotan publik.

Pasalnya, total anggaran sebesar Rp 2,1 miliar yang dialokasikan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep pada Tahun Anggaran 2025 memunculkan banyak tanda tanya. Terlebih, pihak kecamatan dan pemerintah desa justru bungkam saat dimintai klarifikasi.

Berdasarkan data yang diterima media, terdapat lima paket kegiatan yang masuk dalam skema BK Desa Gapurana tahun 2025:

Pengaspalan — melalui PUTR Sumenep

Pembangunan Drainase — melalui PUTR

Pembangunan Jalan Paving — melalui PUTR

Paving — melalui PUTR

Pengaspalan Jalan — melalui PUTR

Total: Rp 2.100.000.000

Temuan tersebut langsung menimbulkan kegelisahan masyarakat, terutama warga Gapurana yang merasa tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan maupun mengetahui secara jelas titik-titik kegiatan.

Sejumlah aktivis mengaku terkejut karena proyek besar tersebut tidak pernah disosialisasikan.

“Kami tidak tahu lokasinya di mana. Tiba-tiba muncul kabar ada proyek miliaran. Ini kok seperti disembunyikan?” ujar Zainul.

Isu transparansi menjadi fokus utama. BK Khusus merupakan program yang menggunakan uang negara dan wajib diumumkan kepada publik, termasuk titik pekerjaan, pelaksana, volume, hingga jadwal pengerjaan.

Baca Juga  Marwah DPRD Sumenep Dipertaruhkan di Tengah Gaduh Seleksi Sekda, Komisi 1 ke BKN Jadi Sorotan

Saat media mencoba mengonfirmasi Camat Talango, pesan dan panggilan tidak mendapatkan respons. Pertanyaan yang dikirimkan terkait lokasi detail lima proyek tersebut juga tidak dijawab hingga berita ini diturunkan.

Hal serupa terjadi saat mencoba menghubungi Kepala Desa Gapurana. Meski pesan telah dibaca, tidak ada satu pun penjelasan resmi yang disampaikan.

Sikap bungkam dua pejabat ini semakin memperkuat dugaan adanya ketidakterbukaan dalam proyek bernilai miliaran tersebut.

Padahal, menurut aturan tata kelola pemerintahan, aparatur desa dan kecamatan wajib memberikan informasi terkait penggunaan anggaran publik.

Ketiadaan informasi dari pemerintah desa dan kecamatan membuat masyarakat menduga proyek tersebut hanya tercatat di atas kertas tanpa kejelasan lapangan.

Aktivis Sumenep, Zainul, menegaskan bahwa transparansi adalah syarat minimal dalam setiap program pembangunan.

“Kalau anggaran Rp2,1 miliar masuk ke satu desa, publik berhak tahu titiknya, volumenya, dan siapa pelaksananya. Bungkam seperti ini hanya memunculkan kecurigaan,” tegasnya.

Baca Juga  Ketika Madura Mengajukan Diri Jadi Negara

Zainul juga mendorong agar Inspektorat Sumenep dan aparat penegak hukum segera melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan apakah pekerjaan tersebut benar-benar ada dan sesuai standar.

Karena seluruh anggaran mengalir melalui PUTR Sumenep, publik meminta dinas tersebut untuk membuka data lengkap, termasuk:

Dokumen rencana teknis (RT)

Lokasi titik pekerjaan

Kontrak dan proses tender/penunjukan pelaksana

Jadwal pelaksanaan

Pagu dan hps setiap pekerjaan

Keterbukaan data ini dianggap penting untuk mencegah dugaan indikasi proyek fiktif atau pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.

Warga Gapurana berharap pemerintah desa dan kecamatan segera angkat bicara agar polemik ini tidak semakin melebar.

“Kalau memang proyek ada, tunjukkan. Buka datanya. Jangan sampai masyarakat hanya mendengar isu yang membuat nama desa jadi jelek,” ujar seorang tokoh masyarakat.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada penjelasan dari pihak Kecamatan Talango, Desa Gapurana, maupun PUTR Sumenep.

Media akan terus melakukan penelusuran lapangan dan meminta keterangan resmi dari pihak terkait untuk memastikan kejelasan penggunaan anggaran Bantuan Keuangan Khusus Gapurana Tahun 2025.

Penulis : T2

Editor : R IE Q

Berita Terkait

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan
Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi
Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan
Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Berita ini 104 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 15:24

Dugaan Penangkapan Rokok Ilegal Berujung Pelepasan, Publik Pertanyakan Penindakan Polsek Pegantenan

Wednesday, 5 August 2026 - 12:54

Pimpinan DPRD Soroti Minimnya Kehadiran Kepala OPD, Minta Bupati Sumenep Lakukan Evaluasi

Wednesday, 5 August 2026 - 12:35

Diduga Dikendalikan dari Dalam Lapas, Mantan WBP Ungkap Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Narkotika Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Berita Terbaru