Dari HND Hinggi Nero, 7 Merek Rokok Ilegal H. Edi Kuasai Pasar Pamekasan

Friday, 22 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Dugaan bisnis rokok ilegal di Kabupaten Pamekasan semakin terang-benderang. Nama H. Edi asal Dempoh Paseyan mencuat sebagai pemain besar yang memproduksi sedikitnya tujuh merek rokok ilegal: HND Hitam, HND Putih, Sam Lieok, Netro, Gigo Bold, Nero, dan Nero Bold.

Peredaran rokok-rokok tersebut kini merajalela, mudah ditemukan di kios, warung, hingga kedai kopi. Namun, anehnya, pihak Bea Cukai seolah tidak berkutik, bahkan terkesan melakukan pembiaran yang mencolok.

“Kalau rakyat kecil salah sedikit langsung ditindak, tapi kalau pengusaha besar yang jelas-jelas merugikan negara miliaran rupiah, kenapa bisa lolos begitu saja?” sindir seorang warga Pamekasan yang enggan disebut namanya.

Berdasarkan hitungan kasar, satu pabrik rokok ilegal bisa menghindari pembayaran cukai hingga puluhan miliar rupiah per tahun. Dengan tujuh merek yang beredar bebas, potensi kerugian negara akibat ulah H. Edi bisa mencapai angka yang fantastis.

Baca Juga  Pelayanan Administrasi di Desa Paseyan, Kec. Sampang Dinilai Cepat dan Responsif

Ironisnya, alih-alih diberantas, rokok-rokok tersebut malah tumbuh subur di pasaran. Kondisi ini membuat publik menuding adanya “main mata” antara pengusaha rokok ilegal dan aparat penegak hukum.

“Kalau Bea Cukai serius, mustahil rokok-rokok ilegal ini bisa beredar seenaknya. Jangan-jangan ada ‘setoran’ yang membuat mata aparat tertutup,” ujar seorang aktivis mahasiswa di Pamekasan.

Fenomena ini membuat masyarakat semakin kehilangan kepercayaan pada lembaga Bea Cukai. Alih-alih melindungi kepentingan negara dan masyarakat, lembaga ini justru dipandang lebih sibuk berburu pencitraan lewat seremonial dan penghargaan, sementara praktik ilegal di lapangan dibiarkan meluas.

“Ini jelas tamparan keras bagi kredibilitas Bea Cukai. Kalau tidak segera ditindak, jangan salahkan rakyat kalau menilai aparat lebih berpihak pada mafia rokok daripada kepentingan negara,” tegas Hasyim Ketua LHGN Madura

Baca Juga  Ketua LGHN dan Anggota YLBH Madura Angkat Bicara: Rokok Ilegal Premium Bold Diduga Milik H.J

Sejumlah pihak mendesak agar aparat hukum, baik kepolisian, kejaksaan, maupun KPK, ikut turun tangan menyelidiki dugaan pembiaran ini. Apalagi, industri rokok ilegal tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merusak iklim usaha rokok legal yang selama ini patuh membayar cukai.

“Jangan sampai Madura dicap sebagai surga rokok ilegal hanya karena aparat terlalu lemah atau pura-pura tidak tahu,” pungkasnya.

Berita Terkait

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan
Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan
Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot
30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan
DKPP Sumenep Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media
Anggaran “Plasma” Disbudporapar Sumenep Rp796 Juta Disorot, Diduga Tak Sesuai Peruntukan
Pemilik King Marmut “Imam” Diduga Beredar Tanpa PR Resmi, Bea Cukai Diminta Jangan Tutup Mata
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 25 May 2026 - 23:11

APBD Jalan di Tempat, Vendor Menjerit: Kominfo dan Pemkab Sumenep Dinilai Sibuk Pencitraan

Monday, 25 May 2026 - 22:50

Di Tengah Seruan Efisiensi, Anggaran Seragam Bupati Pamekasan Rp300 Juta Tuai Sorotan

Monday, 25 May 2026 - 22:35

Kemenag Sumenep dan Kepala Sekolah MAN Sumenep Bungkam, Pengadaan TV Android Rp266 Juta Kian Disorot

Monday, 25 May 2026 - 07:12

30 Sertifikat Tanah Warga Parsanga Terdampak Pembangunan Yonif TP 931, Masyarakat Minta Kejelasan Status Lahan

Saturday, 23 May 2026 - 19:01

HMI Komisariat Insan Cita UIN Madura Dalami Dunia Penyiaran Lewat Kunjungan ke Karimata Media

Berita Terbaru