Camat Talango Ketakutan, Blokir Nomor WhatsApp Media yang Konfirmasi Soal Proyek Rp2,1 Miliar Di Desa Gapurana

Friday, 5 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Polemik Bantuan Keuangan (BK) Khusus Desa Gapurana, Kecamatan Talango, Tahun Anggaran 2025, memasuki fase yang semakin memprihatinkan. Bukan hanya bungkam dan tak memberi klarifikasi, Camat Talango kini diduga mengambil langkah ekstrem: memblokir nomor WhatsApp jurnalis yang berupaya meminta penjelasan.

Langkah tersebut memunculkan kecurigaan publik bahwa pihak kecamatan sedang berada dalam tekanan dan ketakutan terkait desakan transparansi penggunaan anggaran Rp2,1 miliar yang hingga kini tak jelas lokasi maupun bentuk pekerjaannya.

Upaya konfirmasi terbaru dilakukan oleh redaksi Newsline.id pada Kamis malam. Namun, pesan WhatsApp tidak lagi terkirim. Tidak ada tanda centang, tidak ada status online, dan tidak ada akses untuk melakukan panggilan.

Setelah dilakukan pengecekan menggunakan nomor lain, hasilnya berbeda: WhatsApp Camat Talango aktif dan responsif terhadap pesan umum.

“Ini indikasi kuat bahwa nomor media sengaja diblokir. Biasanya pejabat hanya diam, tapi kalau sudah blokir, itu tanda ada ketakutan serius,” ujar Zainul.

Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya melanggar asas keterbukaan informasi publik, tetapi juga menunjukkan sikap tidak profesional seorang pejabat publik yang seharusnya siap memberikan penjelasan terkait anggaran negara.

Baca Juga  Proyek Desa Saobi Bernilai Ratusan Juta Tertutup, Kades Tak Buka Suara

Sikap Camat Talango yang memilih memblokir nomor media langsung memicu reaksi keras dari masyarakat. Banyak yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk “lari dari tanggung jawab”.

“Kalau jawab saja tidak berani, lalu memblokir pula, itu apa namanya? Publik melihat ini sebagai tanda-tanda pejabat sedang panik,” kata Zainul.

“Ini bukan sikap pemimpin. Terlihat sekali takut menghadapi transparansi. Masa pejabat publik seolah ‘keder’ hanya karena ditanya lokasi proyek?” ujarnya.

Zainul, mengecam tindakan pemblokiran kontak tersebut. Ia menyebutnya sebagai perilaku pejabat yang tidak siap diawasi.

“Kalau sampai blokir nomor media, berarti ini bukan sekadar bungkam. Ini sudah masuk kategori menghindar dari bayangannya sendiri. Publik akan membaca tindakan ini sebagai upaya menutupi dugaan proyek fiktif,” tegasnya.

Zainul menambahkan bahwa budaya anti-kritik seperti ini menunjukkan betapa rentannya sistem birokrasi di level kecamatan.

“Camat itu bukan raja kecil di wilayahnya. Ia harus ingat, anggaran Rp2,1 miliar itu uang rakyat, bukan uang pribadi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Gapurana juga tetap tidak memberikan jawaban apa pun. Meski pesan terlihat sudah dibaca, ia tidak memberikan klarifikasi terkait lima proyek BK senilai miliaran tersebut.

Baca Juga  Misi Dagang Jatim Tembus Rp15 Triliun, BADKO HMI Dorong Dampak Nyata bagi UMKM

Publik menilai keheningan dua pejabat ini telah membentuk pola yang terlalu rapi untuk dianggap sebagai kebetulan.

“Camat diam, kades diam, dan sekarang camat blokir nomor media. Ini pola yang tidak normal,” tambah Zainul.

Melihat situasi yang semakin absurd, berbagai pihak kembali mendesak Inspektorat Sumenep untuk segera turun tangan.

“Inilah saatnya Inspektorat mengambil tindakan. Ketika pejabat publik sudah tidak mau bicara, bahkan memblokir media, kita harus mempertanyakan: apa yang sebenarnya terjadi?” ujar Zainul.

Selain itu meminta aparat penegak hukum tak tinggal diam.

“Kejaksaan dan Kepolisian harus mulai mengumpulkan data awal. Tingkah pejabat seperti ini justru menjadi sinyal paling kuat bahwa ada hal yang tidak beres,” kata Zainul.

Hingga berita lanjutan ini dipublikasikan, Camat Talango masih belum dapat dikonfirmasi. Nomor telepon jurnalis tetap tidak bisa mengirim pesan ke WhatsApp pribadinya.

Redaksi memastikan, langkah pemblokiran ini tidak akan menghentikan proses penelusuran.

“Semakin ditutup, semakin jelas bahwa ada hal besar yang harus dibuka,” pungkas salah satu anggota redaksi.

Penulis : T2

Editor : R IE Q

Berita Terkait

Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah
Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih
Danramil Minta Pemborong dan Kepala Tukang Dipertemukan, Pemborong KDMP: Upah Pekerja Sudah Lunas
Menantu Diduga Bacok Mertua hingga Tewas di Sampang, Polisi Amankan Pelaku di Mushala
DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep
Kades Legung Barat Benarkan Upah Pekerja KDMP Belum Dibayar, Akui Tak Kenal Pemborong
Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 21 September 2026 - 21:23

Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah

Monday, 21 September 2026 - 20:03

Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih

Monday, 21 September 2026 - 19:18

Danramil Minta Pemborong dan Kepala Tukang Dipertemukan, Pemborong KDMP: Upah Pekerja Sudah Lunas

Monday, 21 September 2026 - 18:12

Menantu Diduga Bacok Mertua hingga Tewas di Sampang, Polisi Amankan Pelaku di Mushala

Monday, 21 September 2026 - 17:26

DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep

Berita Terbaru