Bungkam Soal Menu MBG yang Disorot, Kepala SPPG Lesong Daya dan Mitra Diminta Diaudit

Wednesday, 10 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Polemik menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lesong Daya, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, semakin memanas. Setelah menu yang diterima siswa pada 9 Juni 2026 menjadi sorotan publik, pihak SPPG maupun mitra pelaksana hingga kini belum memberikan penjelasan resmi.

Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan kepada Kepala SPPG Lesong Daya dan pihak mitra pelaksana terkait menu yang dinilai tidak sesuai standar gizi belum membuahkan hasil. Sejumlah panggilan telepon dan pesan yang dikirimkan tidak mendapat tanggapan.

Sikap bungkam tersebut justru memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan transparansi pengelolaan program yang menggunakan anggaran negara dengan tujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah.

Sebelumnya, foto menu MBG yang beredar luas memperlihatkan satu porsi makanan berisi satu butir telur rebus, beberapa potong kentang, sepotong tahu, dan sedikit kuah berwarna cokelat. Menu tersebut menuai kritik karena dianggap tidak mencerminkan konsep makan bergizi seimbang sebagaimana yang diharapkan masyarakat.

Baca Juga  BKK Rp100 Juta di Batuputih Kenek Disorot, Realisasi Hanya untuk Perlengkapan Balai Desa

Sejumlah aktivis dan pemerhati kebijakan publik menilai Badan Gizi Nasional (BGN) perlu turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap dapur MBG yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Kami meminta BGN segera melakukan evaluasi total. Jika ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian standar gizi, dapur tersebut harus dihentikan operasionalnya sementara sampai ada perbaikan yang jelas,” ujar salah satu aktivis yang mengikuti perkembangan program MBG di Pamekasan.

Menurutnya, program MBG merupakan salah satu program strategis nasional yang tidak boleh dijalankan secara asal-asalan. Sebab, program tersebut menyangkut hak anak-anak untuk memperoleh asupan makanan yang sehat dan bergizi.

Selain meminta evaluasi kualitas menu, sejumlah pihak juga mendesak adanya audit penggunaan anggaran. Mereka menilai perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan seluruh dana yang dialokasikan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.

“Muncul pertanyaan di masyarakat, apakah menu yang diterima siswa sudah sesuai dengan besaran anggaran yang disediakan pemerintah? Ini yang harus dijawab secara terbuka oleh penyelenggara,” katanya.

Baca Juga  Rokok Ilegal Merek “Merah Delima” Bebas Beredar, Ke Mana Pengawasan Bea Cukai?

Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti ataupun hasil audit resmi yang menunjukkan adanya penyimpangan anggaran dalam pelaksanaan program tersebut. Dugaan yang berkembang masih sebatas pertanyaan publik yang perlu dijawab melalui pemeriksaan oleh lembaga yang berwenang.

Karena itu, masyarakat meminta BGN bersama aparat pengawas internal dan lembaga terkait segera melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kualitas makanan, tata kelola anggaran, serta kepatuhan penyelenggara terhadap standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Kritik terhadap menu MBG Lesong Daya menambah daftar evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di berbagai daerah. Publik berharap program yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia itu tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar mampu memberikan manfaat nyata bagi para siswa.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SPPG Lesong Daya maupun pihak mitra pelaksana masih belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang diajukan redaksi. Newsline.id akan memberikan ruang hak jawab dan klarifikasi apabila pihak terkait bersedia memberikan penjelasan resmi.

Penulis : AL

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD
Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan
Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 
Lansia Asal Lobuk Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Saat Hendak ke Ladang
Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA
Pemira UNIBA Madura Berujung Laporan Polisi, Dugaan Tanda Tangan Fiktif Diselidiki Satreskrim
Drs. Kamalil Irsyad Nahkodai PKB Sumenep Periode 2026–2031, Usung Politik Pelayanan dan Kaderisasi Muda
Komisi III DPRD Sumenep Soroti Dugaan Tender Bermasalah, PBJ dan PUTR Akan Dipanggil Pekan 
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 12 June 2026 - 16:22

Sembilan Prajurit Kodim 0827/Sumenep Dilepas ke Satuan Baru, Kasdim: Terus Jaga Nama Baik TNI AD

Friday, 12 June 2026 - 15:59

Yonif TP 931/KJ Bekali Prajurit Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Dukung Ketahanan Pangan

Friday, 12 June 2026 - 15:23

Pimpinan Buruk Melahirkan Mahasiswa Buruk, Dari Kasus Ijazah Hingga Pemalsuan Tanda Tangan Pemira UNIBA 

Friday, 12 June 2026 - 06:15

Polemik Pengambilan Ijazah Belum Terjawab, Dayat Mahjong Minta Ahsanul Qasasi Selamatkan Nama Baik UNIBA

Thursday, 11 June 2026 - 18:30

Pemira UNIBA Madura Berujung Laporan Polisi, Dugaan Tanda Tangan Fiktif Diselidiki Satreskrim

Berita Terbaru

OPINI

Rektor atau Maling Kelas Kakap?

Saturday, 13 Jun 2026 - 00:11

OPINI

Penjahat Bernama Prabowo

Friday, 12 Jun 2026 - 16:59