Rokok Ilegal Hummer Diduga Milik “Sultan Pamekasan”

Sunday, 3 August 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Rokok Ilegal Hummer Bervarian, dan Aktivis Sumenep, Dayat Mahjong

Foto: Rokok Ilegal Hummer Bervarian, dan Aktivis Sumenep, Dayat Mahjong

PAMEKASAN, Newsline.id – Peredaran rokok ilegal kembali menjadi sorotan tajam masyarakat Madura. Kali ini, merek Hummer diduga kuat merupakan produk ilegal tanpa pita cukai, namun tetap bebas berkeliaran di pasaran. Ironisnya, merek ini dikaitkan dengan nama besar H. HER, seorang pengusaha rokok yang dijuluki “Sultan Pamekasan” dan dikenal sebagai pemilik PR Bawang Mas yang beroperasi di dua lokasi: Blumbungan dan Kadur, Kabupaten Pamekasan.

Nama H. HER memang bukan nama baru dalam pusaran bisnis rokok di Madura. Namun munculnya rokok bermerek Hummer, yang diduga tidak memiliki pita cukai, menambah daftar panjang dugaan pelanggaran yang dibiarkan begitu saja oleh aparat.

“Kenapa rokok Hummer bisa beredar bebas? Karena pemiliknya bukan orang sembarangan. Sultan Pamekasan, itu jawaban singkatnya,” ujar aktivis, Dayat, saat ditemui di Sumenep, Sabtu (3/8).

Menurutnya, kejanggalan demi kejanggalan dalam pengawasan aparat terhadap peredaran rokok ilegal semakin terlihat jelas. “Bea Cukai, Satpol PP, bahkan Kepolisian dan Kejaksaan, semuanya seperti ciut. Tidak ada yang berani menyentuh. Pertanyaannya, mereka takut atau sudah dapat jatah?” tegasnya.

Rokok ilegal Hummer bisa ditemukan di berbagai toko eceran, pasar tradisional, hingga warung kopi di wilayah Madura, bahkan mulai merambah luar pulau. Tak satu pun aparat yang tampak melakukan penindakan. Seolah-olah semua pihak menutup mata, telinga, dan mulut.

Baca Juga  MBG di Madura Dinilai Gagal, JSI Desak Presiden Prabowo Hentikan Program

“Kalau rakyat kecil bawa satu slop rokok tanpa cukai saja bisa ditangkap, tapi kalau Sultan Pamekasan yang main, semua diam. Ini negara hukum atau negara feodal?” kata Dayat dengan nada tinggi.

Ia menyebut bahwa pembiaran ini adalah bentuk dari pengkhianatan terhadap tugas dan sumpah jabatan aparat penegak hukum. Bea Cukai sebagai garda utama penjaga keuangan negara dari sisi cukai justru terlihat tidak bertaji. Bahkan terkesan bermain mata dengan para pemilik modal besar.

PR Bawang Mas disebut-sebut sebagai rumah produksi dari rokok Hummer. Lokasinya di dua titik, Blumbungan dan Kadur, kerap tertutup rapat. Aktivitas produksi jarang terlihat dari luar, namun truk-truk kecil pengangkut rokok diduga rutin keluar-masuk.

Sumber internal yang enggan disebut namanya menyebut bahwa PR Bawang Mas memiliki dua jalur distribusi: satu legal menggunakan pita cukai resmi, satu lagi ilegal untuk merek seperti Hummer.

“Produksi rokok legal hanya jadi kamuflase. Yang cuan besar justru dari yang ilegal, karena tanpa setor cukai ke negara,” ujarnya.

Padahal, berdasarkan data DJBC, pita cukai memiliki nilai strategis dalam menyumbang pemasukan negara. Namun praktik seperti ini justru menggerogoti APBN secara sistematis.

Baca Juga  Gagal Top Up Rp500 Ribu, Berujung Ambil Pertalite dan Yakult, MK Diamankan Polisi

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat: Di mana negara saat rakyatnya dihina dengan rokok ilegal yang dibiarkan beredar bebas?

“Kalau benar ini milik Sultan Pamekasan, maka ini bukan sekadar pelanggaran cukai. Ini penghinaan terhadap negara. Negara seperti kalah di hadapan pemilik modal,” ucap Dayat.

Ia juga menilai bahwa praktik ini tak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan atau minimal pembiaran dari pejabat publik. “Rantai distribusi rokok ilegal itu panjang. Tidak mungkin bisa lancar tanpa ‘izin tak tertulis’ dari pejabat terkait.”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Bea Cukai Madura maupun instansi penegak hukum lainnya. Konfirmasi yang dikirimkan redaksi ke nomor humas Bea Cukai belum dijawab.

Ketika negara kalah oleh rokok ilegal, rakyat yang menjadi korban. Pendapatan negara hilang, pasar dirusak, dan hukum hanya menjadi pajangan. Sementara para “sultan” tertawa dari balik layar, mengendalikan pasar dan aparat dalam satu genggaman.

Kami membuka ruang klarifikasi bagi pihak H. HER, PR Bawang Mas, Bea Cukai, maupun instansi terkait lainnya atas temuan dan tudingan dalam berita ini. Kebenaran harus ditegakkan demi keadilan dan kepentingan publik.

Berita Terkait

Mutasi Sekcam Bluto Jelang Pensiun Disorot, Dasar Pertimbangan TPK Dipertanyakan
Aktivis Dampingi Warga Kacongan Siapkan Laporan ke Kejaksaan Sumenep, Pengadaan Sapi Desa Kacongan
Aksi Tengah Malam di Mr Ball, APMM Singgung Aspirasi NU yang Tak Ditindaklanjuti
Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah
Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih
Danramil Minta Pemborong dan Kepala Tukang Dipertemukan, Pemborong KDMP: Upah Pekerja Sudah Lunas
Menantu Diduga Bacok Mertua hingga Tewas di Sampang, Polisi Amankan Pelaku di Mushala
DPO Kasus Penganiayaan di Batuputih Ditangkap di Rumah, Langsung Dilimpahkan ke Polresta Sumenep
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 22 September 2026 - 18:13

Mutasi Sekcam Bluto Jelang Pensiun Disorot, Dasar Pertimbangan TPK Dipertanyakan

Tuesday, 22 September 2026 - 15:08

Aktivis Dampingi Warga Kacongan Siapkan Laporan ke Kejaksaan Sumenep, Pengadaan Sapi Desa Kacongan

Tuesday, 22 September 2026 - 14:09

Aksi Tengah Malam di Mr Ball, APMM Singgung Aspirasi NU yang Tak Ditindaklanjuti

Monday, 21 September 2026 - 21:23

Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah

Monday, 21 September 2026 - 20:03

Polresta Sumenep Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Batuputih

Berita Terbaru