BUMDes Arya Pusaka Aeng Tong-Tong Disorot, Minim Kontribusi PADes Meski Diguyur Dana Ratusan Juta

Monday, 30 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id– Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Arya Pusaka di Desa Aeng Tong-Tong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, kembali menuai sorotan publik. Lembaga yang seharusnya menjadi penggerak ekonomi desa itu justru dinilai tidak menunjukkan kinerja signifikan, terutama dalam hal kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, BUMDes Arya Pusaka diketahui telah menerima kucuran dana penyertaan modal dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah. Anggaran tersebut bersumber dari Dana Desa maupun dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep.

Namun hingga tahun 2023, BUMDes tersebut diduga belum memberikan kontribusi nyata terhadap PADes. Kondisi ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait efektivitas pengelolaan serta transparansi penggunaan anggaran.

Sejumlah warga menyampaikan kritik tajam terhadap pengelola BUMDes. Mereka menilai, setiap dana yang berasal dari APBDes seharusnya dikelola secara terbuka dan disertai laporan pertanggungjawaban yang jelas.

Baca Juga  Kepala Desa Murtajih Harus Bertanggung Jawab, Status Mitra Dapur MBG Tak Bisa Jadi Alasan Lepas Tangan

“BUMDes itu bukan milik pribadi. Itu uang rakyat yang harus dikelola dengan transparan. Kalau tiap tahun ada penyertaan modal tapi tidak ada pemasukan ke desa, patut dipertanyakan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga juga menilai bahwa tidak adanya kontribusi PADes menjadi indikator bahwa BUMDes tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Bahkan, muncul dugaan bahwa lembaga tersebut hanya aktif secara administratif tanpa aktivitas usaha yang jelas.

Kondisi ini mendorong munculnya desakan kepada pemerintah daerah agar segera turun tangan. Masyarakat meminta Inspektorat Kabupaten Sumenep maupun aparat penegak hukum untuk melakukan audit investigatif terhadap pengelolaan BUMDes Arya Pusaka.

“Perlu ada audit menyeluruh. Kalau memang ada penyimpangan, harus diusut. Jangan sampai dana desa yang seharusnya untuk kesejahteraan masyarakat justru disalahgunakan,” tambah warga lainnya.

Baca Juga  Kasus Dugaan Foto Mesum Kepala Desa Di Kecamatan Dungkek, Publik Tantang Ketegasan Bupati Sumenep

Sementara itu, Kepala Desa Aeng Tong-Tong saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan penjelasan terkait polemik tersebut. Ia justru mengarahkan agar konfirmasi dilakukan langsung kepada pihak direktur BUMDes.

Di sisi lain, Direktur BUMDes Arya Pusaka, Moh. Ikmal, mengaku baru menjabat sekitar lima bulan terakhir. Ia juga menyarankan agar pertanyaan terkait pengelolaan sebelumnya ditujukan kepada kepala desa.

“Saya masih baru di BUMDes, baru sekitar lima bulan. Untuk hal-hal sebelumnya, silakan langsung konfirmasi ke kepala desa,” ujarnya singkat.

Minimnya kejelasan dari kedua pihak ini semakin memperkuat keresahan masyarakat. Publik berharap ada langkah konkret dari pihak berwenang untuk mengungkap kondisi sebenarnya dari pengelolaan BUMDes Arya Pusaka, sekaligus memastikan bahwa dana yang telah digelontorkan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.

Penulis : Red

Editor : MTAB

Berita Terkait

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
AHY Dorong Percepatan Infrastruktur Madura, Sebut Karapan Sapi Simbol Keberanian dan Kehormatan
DPRD Sumenep Inventarisasi Aspirasi Warga, Hasil Reses III Jadi Acuan Penyusunan Program 2027
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Tuesday, 4 August 2026 - 18:57

Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar

Tuesday, 4 August 2026 - 18:34

Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari

Berita Terbaru