SUMENEP, Newsline.id – Kepanikan melanda warga di sekitar pertigaan Pasar Ganding, Desa Larangan, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, setelah kobaran api melahap tiga unit toko pada Kamis pagi (23/10/2025) sekitar pukul 07.45 WIB.
Menurut keterangan sejumlah saksi mata, api pertama kali muncul dari sebuah toko yang diketahui menjual ban kendaraan roda dua dan roda empat. Toko tersebut dalam keadaan tertutup saat kejadian. Karena banyaknya bahan yang mudah terbakar di dalamnya, api dengan cepat membesar dan menjalar ke dua toko lain yang bersebelahan.
“Saya lihat asap hitam pekat keluar dari atap toko ban, tidak lama api langsung membesar dan menyambar toko di sebelahnya. Warga berteriak minta tolong,” ungkap warga sekitar lokasi kejadian.
Warga sempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sambil mengevakuasi barang-barang dari toko di sekitar. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya warga tidak membuahkan hasil.
Tak lama berselang, tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sumenep tiba di lokasi. Petugas langsung bergerak cepat melakukan pemadaman untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain di area pasar.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Sumenep, Sugiyanto, membenarkan adanya insiden kebakaran tersebut.
“Benar, tim kami sudah di lokasi sejak laporan diterima. Ada tiga unit toko atau warung yang terbakar. Saat ini proses pemadaman sudah hampir selesai,” jelasnya saat dihubungi media.
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Dugaan sementara, api berasal dari hubungan arus pendek listrik di dalam toko ban. Namun, pihak kepolisian bersama tim pemadam masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Hingga berita ini ditulis, tidak ada laporan korban jiwa. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah mengingat sebagian besar isi toko berupa barang-barang bernilai tinggi.
Pemerintah daerah melalui Satpol PP dan Damkar Sumenep mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama bagi pemilik toko yang menjual bahan mudah terbakar.
“Kami imbau warga memastikan instalasi listrik aman, dan jangan meninggalkan alat elektronik dalam kondisi menyala saat toko ditutup,” tambah Sugiyanto.
Sementara itu, aktivitas pasar sempat terhenti selama beberapa jam akibat kepulan asap yang tebal dan upaya pemadaman di lokasi. Polisi telah memasang garis pembatas di area toko yang terbakar untuk proses olah tempat kejadian perkara (TKP).
Warga sekitar berharap pemerintah dapat segera menyalurkan bantuan kepada pemilik toko yang terdampak, agar mereka bisa kembali beraktivitas seperti sediakala.
Penulis : T2
Editor : R IE Q








