BC Madura Dinilai Lalai, Rokok Ilegal Newcastle Diduga Milik UM Bebas Beredar di Pamekasan

Wednesday, 17 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Penegakan hukum terhadap peredaran rokok ilegal di Madura kembali menuai sorotan. Bea Cukai (BC) Madura yang saat ini dipimpin oleh Novian Dermawan dinilai belum menunjukkan keseriusan dalam menindak praktik ilegal yang semakin menjamur, khususnya di Kabupaten Pamekasan.

Salah satu merek yang kini mencuat adalah Newcastle. Rokok filter tanpa pita cukai tersebut disebut-sebut berasal dari Pamekasan dan dikendalikan oleh seorang bandar berinisial UM. Meski informasi ini sudah berulang kali beredar, peredaran Newcastle masih berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

“Rokok Boshe Newcastle ini dijual bebas tanpa dilekati pita cukai. Diduga kuat kepunyaan UM yang bersarang di Pamekasan,” ujar seorang sumber yang selama ini mengikuti pergerakan peredaran rokok ilegal di Madura.

Baca Juga  Ahmad Rohmat Hidayatullah Siap Bertarung di Bursa Ketua KNPI Sumenep: "Ini Panggilan Perjuangan!"

Menurut informasi, Newcastle dipasarkan dengan harga sekitar Rp10 ribu per bungkus dan tersedia dalam empat varian rasa. Pada kemasannya terpampang nama perusahaan Boshindo Group, meski keabsahan perusahaan tersebut masih dipertanyakan.

“Dengan harga murah, rokok bodong ini justru menjadi incaran sebagian masyarakat. Tidak sulit menemukannya, karena dijual terang-terangan,” imbuh sumber tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bea Cukai Madura maupun UM yang disebut-sebut sebagai pemilik Newcastle belum bisa dimintai klarifikasi.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai komitmen BC Madura dalam memberantas peredaran rokok ilegal yang merugikan negara dari sisi penerimaan cukai.

Sementara itu, tim investigasi Jatimnewsline.id masih menelusuri lebih dalam mengenai jaringan distribusi Newcastle, termasuk dugaan penyebaran hingga ke wilayah Kabupaten Sumenep.

Baca Juga  Kadis PUTR Sumenep Kembali Bungkam, Dua Paket Meubelair Polres Senilai Rp462 Juta Jadi Sorotan

Fakta di lapangan menunjukkan, semakin banyak rokok ilegal yang leluasa beredar, semakin jelas pula lemahnya pengawasan di tingkat aparat penegak hukum.

Berita Terkait

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
AHY Dorong Percepatan Infrastruktur Madura, Sebut Karapan Sapi Simbol Keberanian dan Kehormatan
DPRD Sumenep Inventarisasi Aspirasi Warga, Hasil Reses III Jadi Acuan Penyusunan Program 2027
Berita ini 140 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Tuesday, 4 August 2026 - 18:57

Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar

Tuesday, 4 August 2026 - 18:34

Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari

Berita Terbaru