Bandar Rokok Ilegal “Avatar Masterclass” Milik H. Munaji Makin Menggila, Bea Cukai Madura Ke Mana?

Friday, 10 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, Newsline.id – Aroma pembiaran terhadap peredaran rokok ilegal di wilayah hukum Bea Cukai (BC) Madura semakin menyengat. Kali ini, giliran merek “Avatar Masterclass” yang dikabarkan milik H. Munaji kian merajalela di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Mobil pick-up berisi penuh kardus bertuliskan merek tersebut beredar luas di media sosial, seolah menjadi bukti nyata lemahnya pengawasan aparat.

Foto yang diterima redaksi memperlihatkan satu unit mobil Daihatsu Grand Max bermuatan penuh karton berlabel Avatar Masterclass 20 Class Cigarettes. Mobil tersebut diduga digunakan untuk mengirimkan produk rokok tanpa pita cukai ke sejumlah toko dan pengecer di wilayah Pamekasan dan sekitarnya.

“Setiap malam keluar mobil boks dan pick-up dari gudangnya. Tidak pernah ada razia, padahal warga semua tahu itu rokok tanpa pita cukai,” ungkap salah satu warga Desa Larangan Luar yang enggan disebut namanya, jumat (10/10/2025).

Menurut sumber lain, pabrik rumahan yang diduga milik H. Munaji tersebut telah lama beroperasi dan memiliki jaringan distribusi kuat hingga ke wilayah Sumenep dan Sampang. Bahkan, beberapa pedagang kecil mengaku mendapat “jaminan aman” selama menjual rokok tersebut.

Baca Juga  Pria Asal Cirebon Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Sumenep, Polisi Lakukan Penyelidikan

“Katanya orang Bea Cukai juga sudah tahu, tapi memang tidak ada tindakan. Mungkin karena sudah ‘berdamai’,” ujar seorang pengecer yang ditemui di kawasan Kota Pamekasan.

Kritik publik terhadap Bea Cukai Madura yang kini dipimpin Novian Dermawan semakin tajam. Institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pemberantasan rokok ilegal justru dinilai hanya berani menindak pedagang kecil di warung kelontong.

Sementara para bandar besar yang memiliki modal besar justru terkesan “dipelihara”.

“Kalau ada warung kecil jual rokok tanpa pita, langsung disita dan dipublikasikan. Tapi pabrik besar seperti milik H. Munaji ini dibiarkan beroperasi bertahun-tahun. Ini lucu dan memalukan,” tegas aktivis di Pamekasan, R. Firmansyah.

Ia menilai, ketimpangan penegakan hukum ini mencoreng wajah instansi Bea Cukai dan menimbulkan kecurigaan publik atas adanya main mata antara oknum aparat dan pengusaha rokok ilegal.

Baca Juga  Rokok Ilegal HMIN Marak di Pamekasan, Bea Cukai Bungkam 

“Rakyat bukan buta. Kami tahu siapa yang bermain di balik peredaran rokok ilegal di Madura. Jangan pura-pura tidak tahu,” sindirnya.

Di Madura, Avatar Masterclass kini menjadi salah satu merek paling banyak ditemukan di pasaran, bersaing dengan merek-merek ilegal lain seperti HMIN, Angker, dan Alphard.

Masyarakat menilai, pimpinan Bea Cukai Madura seakan kehilangan wibawa dan arah penegakan hukum di wilayahnya.

“Kalau sudah begini, patut dipertanyakan: masih adakah marwah Bea Cukai Madura?” kata seorang tokoh masyarakat Pamekasan dengan nada geram.

Ia menegaskan, apabila tidak ada tindakan nyata terhadap jaringan rokok ilegal milik H. Munaji dan para bandar lainnya, maka masyarakat berhak menilai bahwa Bea Cukai bukan lagi penegak hukum, melainkan bagian dari jaringan bisnis kotor itu sendiri.

“Sudah waktunya pemerintah pusat turun tangan. Jangan tunggu Madura jadi surga bagi rokok ilegal,” tutupnya.

Berita Terkait

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana
Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
AHY Dorong Percepatan Infrastruktur Madura, Sebut Karapan Sapi Simbol Keberanian dan Kehormatan
DPRD Sumenep Inventarisasi Aspirasi Warga, Hasil Reses III Jadi Acuan Penyusunan Program 2027
Berita ini 153 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 09:01

Transparansi Pembangunan Lapak Pasar Ganding Disorot, LBH Taretan Minta Pemkab Sumenep Buka Dasar Hukum dan Pengelolaan Dana

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Tuesday, 4 August 2026 - 18:57

Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar

Tuesday, 4 August 2026 - 18:34

Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari

Berita Terbaru