Audiensi Memanas, Keluarga Pasien Meninggal di Puskesmas Bluto Walk Out dari Kantor Dinkes Sumenep

Friday, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id — Upaya pencarian keadilan keluarga pasien berinisial H, yang meninggal secara tidak wajar di Puskesmas Bluto, kembali menemui jalan buntu. Dalam audiensi yang digelar di Kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep pada Jumat, 28 November 2025, keluarga korban bersama LBH Taretan Legal Justitia memilih walk out setelah terjadi ketegangan dalam forum.

Audiensi yang sejak awal berlangsung cukup kondusif itu dihadiri Kabid Pelayanan Dinkes P2KB, Siti Khairiyah, beserta dua pejabat lainnya. Sementara dari pihak keluarga, hadir sejumlah anggota keluarga korban yang didampingi tim kuasa hukum.

Namun suasana memanas ketika keluarga mendapati bahwa Kepala Dinas Kesehatan tidak hadir untuk menemui mereka secara langsung. Ketegangan meningkat karena beberapa pernyataan dari pihak dinas dianggap tidak sejalan dengan fakta serta data yang mereka bawa.

Baca Juga  Panen Raya Sumenep Melejit, Serapan Gabah Tembus 6 Ribu Ton di Awal 2026

“Kami datang jauh-jauh ingin mendengar kejelasan dari Kepala Dinas, bukan hanya dari Kabid. Ini soal nyawa!” ujar salah satu anggota keluarga dengan nada tinggi sebelum akhirnya rombongan memutuskan meninggalkan ruangan.

Seraya keluar dari aula pertemuan, massa audiensi meneriakkan tuntutan keras agar Kepala Puskesmas Bluto dan seluruh petugas yang menangani pasien segera dicopot.

“Pecat Kapus dan semua yang terlibat!” teriak mereka.

Direktur LBH Taretan Legal Justitia, Zainorrozi, menjelaskan bahwa keluarnya keluarga dari forum terjadi karena perasaan kecewa dan tidak dihargai.

“Tujuan kami minta audiensi adalah mencari kejelasan soal proses penanganan almarhumah H. Tapi keluarga menilai forum ini tidak memuaskan karena Kepala Dinas tidak hadir. Itu yang membuat mereka memilih walk out,” terangnya.

Baca Juga  Parkiran Kos-Kosan Milik H. Asmo Diduga Serobot Kali Kolor, Langgar Aturan Tata Ruang dan Lingkungan

Di sisi lain, Kabid Pelayanan Siti Khairiyah menegaskan bahwa berdasarkan hasil investigasi internal, penanganan terhadap pasien sudah sesuai prosedur.

“Respon time di IGD sudah sesuai SOP. Pasien ditangani kurang dari lima menit sejak masuk IGD,” jelasnya.

Terkait tuntutan agar Kepala Puskesmas Bluto dicopot, Siti menegaskan bahwa hal itu bukan kewenangan dirinya.

“Kami PNS, ada mekanisme dan proses dalam penindakan. Tidak bisa serta-merta,” tambahnya.

Kasus kematian pasien berinisial H pada 24 November 2025 masih menyisakan banyak tanda tanya. Keluarga menduga adanya kelalaian serius, mulai dari dugaan tabung oksigen kosong saat tindakan medis, hingga keterlambatan proses rujukan.

Hingga kini, keluarga korban bersama LBH Taretan Legal Justitia menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga mendapatkan kepastian hukum serta pertanggungjawaban dari pihak terkait.

Penulis : T2

Editor : R IE Q

Berita Terkait

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
AHY Dorong Percepatan Infrastruktur Madura, Sebut Karapan Sapi Simbol Keberanian dan Kehormatan
DPRD Sumenep Inventarisasi Aspirasi Warga, Hasil Reses III Jadi Acuan Penyusunan Program 2027
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Sumenep Dorong PAD dan Layanan Publik Lebih Optimal
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Tuesday, 4 August 2026 - 18:57

Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar

Tuesday, 4 August 2026 - 18:34

Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari

Monday, 3 August 2026 - 09:27

AHY Dorong Percepatan Infrastruktur Madura, Sebut Karapan Sapi Simbol Keberanian dan Kehormatan

Berita Terbaru