Aktivis Sumenep Turun Tangan, Polemik Ijazah UNIBA Akan Dibahas dalam Audiensi, Siap Undang Pihak Yayasan Dan Rektorat ke Forum Terbuka

Tuesday, 9 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Polemik dugaan perbedaan perlakuan terhadap mahasiswa dalam proses pengambilan ijazah di Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura terus bergulir. Menyikapi persoalan tersebut, aktivis Sumenep yang dikenal dengan nama Dayat Mahjong menyatakan akan menginisiasi audiensi terbuka dengan mengundang pihak yayasan, rektorat, serta bagian akademik kampus.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencari kejelasan sekaligus membuka ruang dialog yang transparan mengenai berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat dan kalangan mahasiswa.

Menurut Dayat, kampus sebagai lembaga pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan penjelasan yang jelas kepada publik terkait mekanisme administrasi akademik, termasuk prosedur pengambilan ijazah dan penetapan tunggakan administrasi mahasiswa.

“Kami berencana mengundang secara terbuka pihak yayasan, rektorat, dan bagian akademik untuk duduk bersama dalam forum audiensi. Tujuannya bukan untuk menghakimi siapa pun, melainkan mencari penjelasan yang objektif agar persoalan ini tidak terus menjadi spekulasi,” ujar Dayat kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).

Ia menilai polemik yang berkembang saat ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan mahasiswa maupun masyarakat terhadap institusi pendidikan.

Baca Juga  Reses di Masalembu, Legislator NasDem Soroti Listrik hingga Ancaman Narkoba di Wilayah Kepulauan

Menurutnya, audiensi terbuka dapat menjadi sarana klarifikasi yang sehat sehingga seluruh pihak memperoleh informasi secara utuh dan berimbang.

“Kami ingin mendengar langsung penjelasan dari pihak kampus. Jika memang ada aturan tertentu, tentu harus dijelaskan secara terbuka. Begitu juga apabila terdapat kesalahpahaman, maka perlu diluruskan agar tidak berkembang menjadi informasi yang simpang siur,” katanya.

Ia berharap pihak kampus bersedia hadir dan memberikan penjelasan yang komprehensif terkait berbagai isu yang saat ini menjadi perhatian publik.

“Kampus adalah ruang akademik yang menjunjung tinggi keterbukaan berpikir. Karena itu, saya yakin pihak yayasan maupun rektorat tidak akan alergi terhadap dialog dan kritik yang disampaikan secara konstruktif,” tambahnya.

Selain membahas mekanisme pengambilan ijazah, audiensi tersebut juga direncanakan akan menyoroti sistem administrasi keuangan mahasiswa, transparansi data tunggakan, hingga standar pelayanan akademik yang diterapkan kepada seluruh mahasiswa.

Dayat menilai kejelasan mengenai aspek-aspek tersebut penting agar tidak muncul dugaan adanya perlakuan berbeda terhadap mahasiswa yang berada dalam kondisi yang sama.

Baca Juga  Masuk Lewat Ventilasi, Dua Pemuda Diduga Bobol Warung Lalapan di Sumenep

“Yang menjadi pertanyaan publik hari ini adalah konsistensi penerapan aturan. Jika ada aturan, maka harus berlaku sama untuk semua. Jika ada pengecualian, tentu harus ada dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan persoalan ini sebagai momentum evaluasi demi perbaikan tata kelola pendidikan tinggi di Kabupaten Sumenep.

Menurutnya, kampus yang sehat bukanlah kampus yang bebas dari kritik, melainkan kampus yang mampu menjawab kritik dengan keterbukaan dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Rencana audiensi terbuka tersebut mendapat respons positif dari sejumlah mahasiswa dan alumni yang berharap polemik yang berkembang dapat segera memperoleh titik terang melalui forum dialog yang terbuka dan transparan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Yayasan maupun Rektorat UNIBA Madura terkait rencana audiensi yang akan digelar tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan informasi dan kaidah jurnalistik yang berlaku.

Penulis : AL

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel
Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September
Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan
Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi
MEC 2026 Angkat Tema Keraton Sumenep, Budaya Madura Dikemas Kreatif
Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman
Dari Urusan Perdagangan ke RSUD, Ketua AWDI Soroti Kompetensi Idham Halil
Kehilangan Sosok Setia di Tribun, Ahsanul Qosasi Beri Penghormatan untuk Mbah Hosen
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 20 September 2026 - 19:42

Eric Hermawan Kunjungi BPK RI, Dorong Pengawasan Keuangan Negara Lebih Akuntabel

Sunday, 20 September 2026 - 18:57

Dr. Erliyati Ditunjuk Jadi Plt Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Mulai Bertugas 21 September

Sunday, 20 September 2026 - 18:27

Ajang Adu Prestasi dan Silaturahmi Atlet Voli Rayon Utara, Turnamen Bola Voli Brontak Cup 2026 Rayon 1 Digelar di Desa Bilangan

Sunday, 20 September 2026 - 17:01

Polemik PPL Gadu Timur Berlanjut, “Muncul di Administrasi, Hilang di Lapangan”, Aktivis Desak BPS Panggil RF dan Buka Hasil Klarifikasi

Saturday, 19 September 2026 - 21:34

Tiga Batang Pohon Dibawa ke Polresta Sumenep, Kasus Lisdes Batang-Batang Daya Masuk Tahap Pendalaman

Berita Terbaru