SUMENEP, Newsline.id — Babak baru perjalanan politik Partai Solidaritas Indonesia di Kabupaten Sumenep resmi dimulai. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Sumenep menggelar konsolidasi pengurus sebagai langkah awal mengaktifkan kembali seluruh mesin organisasi pasca terbentuknya kepengurusan periode 2025–2030.
Kegiatan yang berlangsung Rabu (7/1) di Hotel Myze itu dihadiri jajaran pengurus DPD serta para Ketua DPC se-Kabupaten Sumenep. Agenda tersebut menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi, mempertegas arah gerak, sekaligus memetakan tantangan politik yang akan dihadapi ke depan.
Koordinator Wilayah PSI Madura, Gigih Lesmana Arganata, menekankan bahwa konsolidasi bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan kunci membangun kekuatan politik yang berkelanjutan. Ia mengingatkan pentingnya disiplin struktur dan kerja nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Partai harus hadir dalam kehidupan warga. Tanpa struktur yang aktif dan kader yang bergerak, politik hanya akan berhenti di forum-forum resmi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD PSI Sumenep terpilih periode 2025–2030, R. Ach. Djoni Tunaidy, menyampaikan bahwa kepengurusan baru tidak ingin menunda langkah. Menurutnya, konsolidasi ini menjadi titik tolak untuk membangun kepercayaan publik melalui kerja kolektif yang terukur.
“Kami ingin PSI di Sumenep dikenal sebagai partai yang konsisten, rasional, dan berani memperjuangkan kepentingan rakyat. Semua itu hanya bisa dicapai jika struktur solid dan komunikasi antar kader terjaga,” katanya.
Pesan reflektif juga disampaikan mantan Ketua DPD PSI Sumenep, Sutam Pandu Kuncoro. Ia mengingatkan agar kader tidak melupakan nilai dasar PSI, yakni solidaritas dan keberanian menjaga idealisme di tengah dinamika politik yang terus berubah.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Kyai Moh. Niwa, dilanjutkan ramah tamah sebagai simbol penguatan hubungan internal partai.
Dengan dimulainya konsolidasi ini, PSI Sumenep menegaskan kesiapannya menatap agenda politik ke depan. Struktur dirapikan, komunikasi diperkuat, dan kerja politik mulai diarahkan secara sistematis menuju 2026.
Penulis : T2
Editor : R IE Q








