Polemik Ijazah UNIBA Berlanjut, Warek I UNIBA Geleng Kepala Saat Ditunjukkan Bukti Dan Perlu Koordinasi Dengan Rektor

Wednesday, 10 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Polemik mengenai mekanisme pengambilan ijazah di Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura terus bergulir. Menindaklanjuti informasi yang beredar terkait dugaan adanya perbedaan perlakuan terhadap mahasiswa dalam proses pengambilan ijazah, redaksi melakukan konfirmasi langsung kepada pihak kampus.

Dalam pertemuan tersebut, redaksi ditemui oleh Wakil Rektor I Bidang Kemahasiswaan, Budi Suswanto, bersama staf akademik bernama Abdil.

Saat dimintai penjelasan mengenai prosedur pengambilan ijazah, Abdil menegaskan bahwa pihak kampus menerapkan aturan yang ketat terhadap seluruh mahasiswa tanpa pengecualian.

 

“Untuk urusan ijazah kami memang ketat. Jadi semua mahasiswa jika belum menyelesaikan administrasi secara lengkap, termasuk tanggungan keuangan, maka tidak akan bisa mengambil ijazah tersebut,” tegas Abdil kepada redaksi.

Pernyataan serupa juga disampaikan Wakil Rektor I, Budi Suswanto. Menurutnya, mekanisme yang diterapkan kampus telah memiliki prosedur yang jelas dan harus dipatuhi oleh seluruh mahasiswa.

“Saya juga mengikuti prosedur dan mekanisme yang berlaku di UNIBA. Semua harus sesuai aturan yang ada,” ujarnya.

Baca Juga  Amankan Kepulauan, Kapolres Sumenep Pimpin Apel Pemberangkatan Pasukan Brimob ke Kangean

Namun dalam proses konfirmasi tersebut, redaksi menunjukkan sejumlah bukti yang sebelumnya telah dihimpun terkait dugaan adanya mahasiswa yang tetap dapat mengambil ijazah meskipun disebut masih memiliki tanggungan administrasi.

Setelah melihat bukti yang ditunjukkan redaksi, Budi Suswanto tampak terkejut dan hanya menggelengkan kepala. Ia mengaku tidak dapat memberikan penjelasan lebih lanjut karena persoalan tersebut berada di luar kewenangannya.

“Kalau memang itu faktanya, saya harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Rektor. Yang penting, selaku Wakil Rektor I saya sudah menjalankan tugas sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan baru di tengah polemik yang berkembang. Sebab sebelumnya pihak kampus menegaskan bahwa mahasiswa yang masih memiliki tunggakan administrasi tidak dapat mengambil ijazah.

Sementara itu, informasi dan bukti yang diperoleh redaksi menunjukkan adanya dugaan kondisi berbeda yang perlu mendapatkan klarifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang di lingkungan kampus.

Baca Juga  Dana BKK Rp130 Juta Desa Karangbudi Dipertanyakan, Kabid PUEKD DPMD Sumenep Fadholi Pilih Menghindar Dari Kejaran Wartawan

Publik kini menunggu penjelasan resmi dari pimpinan universitas terkait konsistensi penerapan aturan tersebut. Transparansi dinilai penting untuk menghindari munculnya persepsi adanya perlakuan berbeda terhadap mahasiswa yang berada dalam kondisi serupa.

Selain itu, polemik ini juga berkaitan dengan dugaan munculnya rincian tagihan administrasi yang dipersoalkan oleh salah satu mahasiswa setelah ia meminta penjelasan kepada pihak kampus.

Sejumlah pihak menilai seluruh data administrasi mahasiswa seharusnya telah terdokumentasi secara baik dalam sistem akademik sehingga dapat diakses dan dijelaskan secara akuntabel kapan pun diperlukan.

Aktivis di Sumenep menilai bahwa klarifikasi terbuka dari pihak rektorat menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi lanjutan dari Rektor UNIBA Madura terkait temuan tersebut.

Penulis : AL

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan
Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia
Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar
Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari
Perbup Bahasa Madura Berlaku, Tapi SDM Guru Belum Siap, Dinas Pendidikan Diminta Bertanggung Jawab
AHY Dorong Percepatan Infrastruktur Madura, Sebut Karapan Sapi Simbol Keberanian dan Kehormatan
DPRD Sumenep Inventarisasi Aspirasi Warga, Hasil Reses III Jadi Acuan Penyusunan Program 2027
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Sumenep Dorong PAD dan Layanan Publik Lebih Optimal
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 5 August 2026 - 03:03

Viral di TikTok, Muncul Dugaan Skandal Asmara yang Dikaitkan dengan Wakil Bupati Pamekasan

Wednesday, 5 August 2026 - 00:29

Bea Cukai Juanda dan Lanudal Juanda Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Tuesday, 4 August 2026 - 18:57

Kejari Pamekasan Geledah Dinas PUPR, Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan DBHCHT Rp3,3 Miliar

Tuesday, 4 August 2026 - 18:34

Dump Truk Terjun ke Jurang Galian C di Batumarmar, Sopir Selamat dari Insiden Dini Hari

Monday, 3 August 2026 - 09:27

AHY Dorong Percepatan Infrastruktur Madura, Sebut Karapan Sapi Simbol Keberanian dan Kehormatan

Berita Terbaru