SUMENEP, Newsline.id – Sejumlah mahasiswa Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura kembali menyampaikan kritik terhadap birokrasi kampus. Keluhan tersebut beredar luas di media sosial dan grup percakapan mahasiswa, berisi protes terhadap perubahan kebijakan akademik yang disebut diterapkan ketika mahasiswa telah berada di tahap akhir penyusunan skripsi.
Dalam unggahan yang beredar, mahasiswa mengaku harus menyesuaikan penelitian dengan regulasi baru meski sebagian telah menyelesaikan seminar proposal hingga penulisan Bab V. Mereka menilai perubahan aturan di tengah proses akademik menambah beban waktu, tenaga, dan biaya yang telah dikeluarkan.
Salah satu isi unggahan menyebut bahwa mahasiswa dipaksa mengulang penyusunan penelitian dari awal akibat adanya ketentuan baru mengenai variabel penelitian. Mereka berharap kebijakan akademik disusun dengan perencanaan yang matang sehingga tidak merugikan mahasiswa yang sedang menyelesaikan studi.
Selain perubahan aturan skripsi, mahasiswa juga mempertanyakan penundaan jadwal sidang akhir yang disebut terjadi secara mendadak tanpa penjelasan rinci. Menurut mereka, kondisi tersebut menimbulkan ketidakpastian terhadap proses kelulusan.
Keluhan lain yang turut mencuat ialah terkait penerbitan ijazah. Dalam unggahan tersebut disebutkan masih terdapat lulusan angkatan sebelumnya yang belum menerima ijazah, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kepastian layanan administrasi akademik.
Salah seorang mahasiswa UNIBA Madura berinisial A mengaku kecewa dengan kebijakan akademik yang dinilai berubah di tengah proses penyelesaian skripsi.
A mengatakan, mahasiswa yang sudah menyelesaikan sebagian besar tahapan penelitian justru harus menyesuaikan diri dengan aturan baru.
“Kami sudah melewati seminar proposal, penelitian lapangan, sampai menyelesaikan Bab V. Tiba-tiba muncul aturan baru yang mengharuskan kami mengubah variabel bahkan mengulang dari awal.
Kami merasa waktu, tenaga, dan biaya yang sudah kami keluarkan seolah tidak dihargai,” ujar A kepada Newsline.id, Rabu (2/7/2026).
Menurut A, mahasiswa tidak menolak adanya peningkatan standar akademik, tetapi berharap setiap perubahan kebijakan diterapkan secara adil dan tidak berlaku surut terhadap mahasiswa yang sudah berada di tahap akhir penyelesaian skripsi.
“Kalau memang ada aturan baru, seharusnya diberlakukan untuk angkatan berikutnya atau mahasiswa yang baru memulai penelitian. Jangan kami yang sudah hampir sidang justru diminta mengulang. Kami hanya ingin kepastian dan keadilan,” tuturnya.
Mahasiswa berharap pihak yayasan maupun pimpinan kampus segera melakukan evaluasi terhadap sistem birokrasi dan pelayanan akademik. Mereka meminta setiap perubahan kebijakan disosialisasikan secara terbuka serta tidak diberlakukan secara mendadak kepada mahasiswa yang telah memasuki tahap akhir penyelesaian studi.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura mengenai berbagai keluhan yang beredar tersebut. Newsline.id masih berupaya menghubungi pihak rektorat untuk memperoleh klarifikasi dan akan memuat hak jawab sesuai ketentuan jurnalistik apabila telah diterima.
Penulis : AL
Editor : MTAB








