MADURA, Newsline.id – Pulau Madura kembali menjadi perhatian dalam agenda pembangunan berbasis kemanunggalan TNI dan rakyat. Empat kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan Karya Bakti TNI Angkatan Darat (AD) Skala Besar Tahun 2026 yang akan berlangsung selama dua bulan penuh.
Program yang dijadwalkan dimulai pada 1 Juli hingga 31 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AD untuk memperkuat peran pengabdian kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Kegiatan ini melibatkan jajaran TNI dari Kodam V/Brawijaya, Korem 084/Bhaskara Jaya, serta seluruh Kodim yang berada di wilayah Madura. Pelaksanaannya juga mendapat dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat setempat.
Dalam program tersebut, sejumlah sasaran fisik akan dikerjakan, mulai dari pembangunan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), perbaikan jembatan, peningkatan fasilitas pendidikan, hingga renovasi tempat ibadah dan sarana umum lainnya yang dinilai membutuhkan perhatian.
Selain pembangunan fisik, Karya Bakti TNI AD juga akan menghadirkan berbagai layanan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Beberapa kegiatan yang direncanakan antara lain pengobatan gratis, penyuluhan kesehatan, khitanan massal, operasi katarak, serta pemberian bantuan kaki palsu bagi penyandang disabilitas.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan upacara pembukaan yang dipusatkan di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Agung Ronggosukowati, Kabupaten Pamekasan. Acara tersebut diperkirakan dihadiri ribuan personel TNI serta masyarakat dari berbagai daerah di Madura.
Sejumlah pejabat tinggi TNI AD juga dijadwalkan hadir dalam pembukaan sebagai bentuk dukungan terhadap program yang bertujuan mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Pelaksanaan Karya Bakti TNI AD Skala Besar 2026 diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, sekaligus mempercepat pembangunan di berbagai wilayah yang masih membutuhkan perhatian infrastruktur dan layanan sosial.
Melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi momentum memperkuat budaya gotong royong serta meningkatkan kesejahteraan warga di Pulau Madura.
Penulis : AL
Editor : MTAB
Sumber Berita: Newsline.id








