PAMEKASAN, Newsline.id – Sosok bernama H. Rosi kembali menjadi perbincangan hangat di tengah maraknya peredaran rokok ilegal di Madura. Bukan karena prestasi atau kontribusi sosial, tetapi karena keberaniannya yang dianggap kelewat batas dalam memproduksi dan mendistribusikan rokok ilegal. Produk andalannya, RJ99, kini semakin merajai pasar, bahkan disusul dengan varian baru bermerek RJ Mango Bliss.
Nama H. Rosi melekat erat sebagai simbol arogansi hukum dan pembangkangan terang-terangan terhadap upaya pemberantasan rokok ilegal di Madura.
Padahal, semua pihak di lapangan dari sopir truk hingga pemilik warung eceran tahu bahwa RJ99 maupun RJ Mango Bliss bukanlah rokok bercukai resmi. Bahkan, lokasi produksinya di Desa Dasok, Pamekasan, disebut-sebut berjalan terang-terangan tanpa penyamaran. Namun, entah kenapa, aparat penegak hukum seolah kehilangan nyali ketika berhadapan dengan nama H. Rosi.
“Kalau bukan karena ada yang kuat di belakangnya, tak mungkin seberani itu. Ini bukan rokok eceran kecil-kecilan, ini sudah seperti pabrik mafia,” kata M. Dayat, anggota YLBH.
H. Rosi bukan orang sembarangan. Ia dikenal sebagai keponakan dari H. Saleh, pemilik PT Dua Putri Kedaton, yang disebut-sebut punya pengaruh besar di lingkaran elit Madura. Kedekatan ini membuat posisi H. Rosi sulit disentuh. Tak satu pun razia atau operasi dari Bea Cukai yang menyentuh pabrik rokoknya, sementara produsen kecil di tempat lain dibabat habis hanya karena mencetak tanpa pita cukai.
Kritik publik terhadap Bea Cukai dan aparat penegak hukum semakin keras. Sebagian warga menilai pembiaran terhadap aktivitas produksi dan distribusi RJ99 maupun RJ Mango Bliss adalah bentuk pengkhianatan terhadap semangat keadilan hukum.
“Kalau benar hukum ini berlaku untuk semua, kenapa H. Rosi bisa jalan terus? Kenapa petugas seperti ‘buta dan tuli’ padahal semua orang tahu siapa dia dan apa yang dia lakukan?” ujar Dayat.
Kini, H. Rosi tak hanya dilihat sebagai pelaku usaha ilegal, tetapi juga sebagai wajah kegagalan penegakan hukum di Madura. Ia menjadi contoh bagaimana hukum bisa dilecehkan ketika pelaku memiliki akses kekuasaan dan hubungan darah dengan tokoh berpengaruh.
“H. Rosi itu bukan cuma pengusaha ilegal, dia contoh nyata dari betapa lemahnya keberanian negara. Kalau negara tidak bisa menindak Rosi, maka rakyat tidak lagi punya alasan untuk percaya pada keadilan,” tegas Dayat.
Bahkan, muncul spekulasi adanya aliran dana “pelicin” yang mengalir ke sejumlah oknum demi mengamankan jalur distribusi RJ99 dan RJ Mango Bliss. Dugaan ini diperkuat oleh banyaknya armada distribusi yang lolos dari pengawasan serta nihilnya penggerebekan hingga saat ini.
Publik kini menunggu, apakah aparat penegak hukum dan Bea Cukai benar-benar memiliki nyali untuk menindak imperium rokok ilegal milik H. Rosi atau justru terus membiarkan produk-produk seperti RJ99 dan RJ Mango Bliss beredar luas di pasar Madura tanpa hambatan.








