Warga Sapeken Soroti Dugaan Permintaan Uang dan Reklamasi Pantai, Tiga Pilar Kamtibmas Diminta Bertindak

Friday, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Newsline.id – Keresahan sejumlah warga dan pelaku usaha di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, kembali mencuat. Mereka menyoroti dugaan adanya permintaan uang hingga Rp10 juta kepada salah satu pelaku usaha yang dikaitkan dengan seseorang yang disebut mengaku sebagai wartawan atau LSM.

Informasi tersebut berkembang di tengah persoalan lain yang juga menjadi perhatian masyarakat, yakni aktivitas reklamasi lahan di kawasan pinggir pantai yang diduga dilakukan tanpa prosedur yang semestinya.

Warga menyebut, material yang digunakan dalam aktivitas reklamasi tersebut diduga berasal dari batu karang yang diambil dari kawasan laut. Kondisi itu dikhawatirkan berdampak terhadap ekosistem pesisir serta mata pencaharian masyarakat yang sebagian besar bergantung pada hasil laut.

Sejumlah warga kemudian mempertanyakan langkah aparat dan pemerintah setempat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Mereka menilai, persoalan yang berkembang di tengah masyarakat semestinya mendapat perhatian dari unsur tiga pilar Kamtibmas, yakni kepolisian, TNI, serta pemerintah kecamatan dan desa.

“Kalau ada persoalan yang membuat masyarakat resah, tentu harus segera ditangani dan diklarifikasi. Jangan sampai dibiarkan berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat,” ujar seorang warga Sapeken yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Kamis (24/9/2026).

Menurut dia, masyarakat Sapeken pada dasarnya terbuka terhadap siapa pun yang datang ke wilayah tersebut, termasuk wartawan maupun organisasi masyarakat.

Namun, keterbukaan itu, kata dia, tetap harus disertai dengan sikap profesional dan menghormati masyarakat setempat.

Baca Juga  Camat Dungkek Ikut Bungkam, Dugaan Berhubungan Mesum Oknum Kades Lapa Taman Kian Disorot, Bupati Harus Turun Tangan

“Orang Sapeken itu ramah. Kalau datang untuk silaturahmi dan menjalankan tugas dengan baik, tentu diterima. Tetapi kalau ada tindakan yang dianggap meresahkan, masyarakat tentu mempertanyakan,” katanya.

Keresahan warga semakin menjadi perhatian setelah beredar informasi mengenai seseorang yang disebut bernama Johari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, orang tersebut disebut kembali datang ke wilayah Sapeken pada 23 September 2026. Kedatangannya dikaitkan dengan persoalan sebelumnya yang menyebut adanya dugaan permintaan sejumlah uang kepada seorang pengusaha.

Nilai uang yang beredar di tengah masyarakat disebut mencapai Rp10 juta. Namun, dalam perkembangan informasi tersebut, nominalnya kemudian disebut turun menjadi Rp5 juta.

Meski demikian, informasi tersebut masih berupa keterangan dari sejumlah warga dan belum menjadi fakta hukum. Karena itu, diperlukan klarifikasi dari pihak yang disebut maupun pihak lain yang mengetahui langsung peristiwa tersebut.

“Kami ingin persoalan ini dibuka secara terang. Kalau memang tidak benar, silakan diklarifikasi. Kalau ada bukti, juga sebaiknya ditempuh melalui jalur hukum,” ungkap warga tersebut.

Masyarakat juga mengingatkan agar persoalan dugaan permintaan uang tidak dikaitkan dengan seluruh profesi wartawan.

Menurut warga, tindakan individu tidak dapat dijadikan dasar untuk menilai seluruh jurnalis yang bekerja secara profesional.

“Ini harus dipisahkan antara oknum dengan profesi wartawan. Banyak wartawan yang menjalankan tugas sesuai kode etik dan melakukan verifikasi sebelum memberitakan sesuatu,” ujarnya.

Selain persoalan dugaan permintaan uang, warga juga meminta perhatian terhadap aktivitas reklamasi di kawasan pesisir Sapeken.

Baca Juga  Sejumlah Kejanggalan Terungkap di APHT Sumenep, dari Upah Buruh hingga Dugaan Pengondisian Audit

Aktivitas tersebut disebut menggunakan material batu karang yang diduga diambil dari laut. Warga khawatir pengambilan material karang dapat mengganggu ekosistem laut, terlebih kawasan tersebut berkaitan langsung dengan sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Warga meminta pihak berwenang memastikan apakah aktivitas reklamasi tersebut telah memiliki izin dan memenuhi ketentuan lingkungan serta aturan pemanfaatan wilayah pesisir.

“Kami juga ingin persoalan reklamasi diperiksa. Apakah ada izinnya, dari mana materialnya, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Jangan sampai masyarakat kecil yang akhirnya dirugikan,” tutur warga.

Masyarakat berharap dua persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik antarwarga.

Mereka meminta kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa mengambil langkah sesuai kewenangan masing-masing untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Jika terdapat bukti mengenai dugaan pemerasan atau intimidasi, masyarakat juga didorong menempuh mekanisme hukum agar persoalan dapat dibuktikan melalui proses yang objektif.

Sebaliknya, apabila informasi yang beredar tidak benar, pihak yang disebut dalam isu tersebut juga dinilai memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi secara terbuka.

Warga menegaskan, Sapeken tidak menutup ruang bagi aktivitas jurnalistik maupun kehadiran pihak luar. Namun, mereka meminta seluruh pihak menghormati hukum, etika, serta kepentingan masyarakat setempat.

“Jangan sampai persoalan yang belum jelas justru menjadi sumber keresahan. Kalau ada bukti, laporkan. Kalau ada tuduhan, klarifikasi. Yang penting semuanya berdasarkan fakta,” pungkasnya.

Penulis : Red

Editor : Moch Thoriqil Akmal

Berita Terkait

Hibah APBD untuk Homestay Pokdarwis Lombang Disorot, Legalitas Lahan Dipertanyakan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Pakandangan Barat, Polisi Turun Tangan
Piala AF Sport U-17 Sumenep Segera Bergulir, Talenta Muda Diproyeksikan Tembus Liga 4
Kapolresta Sumenep Tekankan Pelayanan Humanis di HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71
Mutasi Sekcam Bluto Jelang Pensiun Disorot, Dasar Pertimbangan TPK Dipertanyakan
Aktivis Dampingi Warga Kacongan Siapkan Laporan ke Kejaksaan Sumenep, Pengadaan Sapi Desa Kacongan
Aksi Tengah Malam di Mr Ball, APMM Singgung Aspirasi NU yang Tak Ditindaklanjuti
Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 25 September 2026 - 10:03

Warga Sapeken Soroti Dugaan Permintaan Uang dan Reklamasi Pantai, Tiga Pilar Kamtibmas Diminta Bertindak

Wednesday, 23 September 2026 - 16:54

Hibah APBD untuk Homestay Pokdarwis Lombang Disorot, Legalitas Lahan Dipertanyakan

Wednesday, 23 September 2026 - 15:12

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Pakandangan Barat, Polisi Turun Tangan

Wednesday, 23 September 2026 - 14:47

Piala AF Sport U-17 Sumenep Segera Bergulir, Talenta Muda Diproyeksikan Tembus Liga 4

Wednesday, 23 September 2026 - 14:42

Kapolresta Sumenep Tekankan Pelayanan Humanis di HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

Berita Terbaru