Logo Hari Jadi ke-758 Sumenep Diluncurkan, Simbol Semangat Kebersamaan dan Kemajuan Daerah

Sunday, 21 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Hari Jadi sumenep

Logo Hari Jadi sumenep

SUMENEP, Newsline.id — Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi meluncurkan logo Hari Jadi ke-758 Kabupaten Sumenep sebagai identitas peringatan hari jadi daerah. Logo tersebut tidak hanya berfungsi sebagai simbol visual, tetapi juga mengandung pesan filosofis yang merepresentasikan sejarah, budaya, dan cita-cita pembangunan Kabupaten Sumenep.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa logo Hari Jadi ke-758 dirancang untuk menggambarkan perjalanan panjang Kabupaten Sumenep sekaligus menjadi refleksi semangat masyarakat dalam membangun daerah yang maju dan berkelanjutan.

“Logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep ini bukan sekadar simbol atau gambar, tetapi mencerminkan perjalanan sejarah, kekayaan budaya, dan optimisme masyarakat untuk terus bergerak maju,” ujar Achmad Fauzi Wongsojudo saat peluncuran logo di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, setiap unsur yang terdapat dalam logo memiliki makna tersendiri yang menggambarkan karakter masyarakat serta potensi daerah yang dimiliki Kabupaten Sumenep.

Bupati Fauzi menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam logo tersebut diharapkan mampu menjadi energi positif bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor.

Baca Juga  Dari HND Hinggi Nero, 7 Merek Rokok Ilegal H. Edi Kuasai Pasar Pamekasan

“Kami melalui logo ini ingin menghadirkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” jelasnya.

Logo bertajuk “Songennep Sodek Parjuga 1269-2027” karya Choirurrahman menampilkan sejumlah elemen yang sarat makna. Tari Sintong menjadi simbol keteguhan nilai, keluhuran budi, serta harmonisasi antara budaya dan spiritualitas yang hidup di tengah masyarakat Sumenep.

Selain itu, keris yang menjadi bagian dari logo merepresentasikan kehormatan, keberanian, dan kebijaksanaan yang melekat pada identitas Sumenep sebagai Kota Keris. Sementara motif batik menggambarkan kekayaan budaya, kreativitas, serta warisan kearifan lokal yang terus dijaga lintas generasi.

Elemen migas juga dihadirkan sebagai simbol potensi sumber daya alam yang menjadi salah satu penopang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dari sisi warna, merah melambangkan keberanian dan semangat juang masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Kuning mencerminkan kejayaan, kemuliaan, dan harapan akan masa depan yang lebih sejahtera, sedangkan hijau melambangkan kesejukan, kerukunan, dan keharmonisan kehidupan sosial masyarakat Sumenep.

Baca Juga  Dugaan Foto Mesum Oknum Kepala Desa Kecamatan Dungkek Bersama Perempuan Bukan Muhrim Tuai Kecaman Publik

Sementara angka 758 menjadi penanda perjalanan panjang Kabupaten Sumenep yang terus tumbuh dengan berlandaskan nilai budaya, kebijaksanaan, dan semangat kemajuan yang bermartabat.

Melalui momentum Hari Jadi ke-758 ini, Bupati Fauzi berharap masyarakat semakin memiliki rasa bangga dan kepedulian terhadap daerah, serta terus berpartisipasi aktif dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Berbagai capaian pembangunan yang diraih selama ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat yang berpartisipasi aktif sesuai dengan bidang dan kemampuannya masing-masing,” terangnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi demi mewujudkan Kabupaten Sumenep yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

“Pembangunan daerah berhasil apabila seluruh elemen masyarakat memiliki komitmen yang sama, untuk berkontribusi dan berpartisipasi aktif sesuai kapasitasnya masing-masing,” tandasnya.

 

 

 

Penulis : Moh. Fairuz Zamzami

Editor : MTAB

Sumber Berita: Newsline.id

Berita Terkait

Hibah APBD untuk Homestay Pokdarwis Lombang Disorot, Legalitas Lahan Dipertanyakan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Pakandangan Barat, Polisi Turun Tangan
Piala AF Sport U-17 Sumenep Segera Bergulir, Talenta Muda Diproyeksikan Tembus Liga 4
Kapolresta Sumenep Tekankan Pelayanan Humanis di HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71
Mutasi Sekcam Bluto Jelang Pensiun Disorot, Dasar Pertimbangan TPK Dipertanyakan
Aktivis Dampingi Warga Kacongan Siapkan Laporan ke Kejaksaan Sumenep, Pengadaan Sapi Desa Kacongan
Aksi Tengah Malam di Mr Ball, APMM Singgung Aspirasi NU yang Tak Ditindaklanjuti
Polemik MR Ball Memanas, Aliansi Pemuda Muslim Madura Serukan Doa Bersama dan Rukyah
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 23 September 2026 - 16:54

Hibah APBD untuk Homestay Pokdarwis Lombang Disorot, Legalitas Lahan Dipertanyakan

Wednesday, 23 September 2026 - 15:12

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Pakandangan Barat, Polisi Turun Tangan

Wednesday, 23 September 2026 - 14:47

Piala AF Sport U-17 Sumenep Segera Bergulir, Talenta Muda Diproyeksikan Tembus Liga 4

Wednesday, 23 September 2026 - 14:42

Kapolresta Sumenep Tekankan Pelayanan Humanis di HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

Tuesday, 22 September 2026 - 18:13

Mutasi Sekcam Bluto Jelang Pensiun Disorot, Dasar Pertimbangan TPK Dipertanyakan

Berita Terbaru