SUMENEP, Newsline.id – Aksi swadaya masyarakat Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, yang mengumpulkan dana untuk memperbaiki ruas Jalan Kapedi–Moncek terus menjadi perhatian publik. Setelah menuai sorotan dari DPRD Sumenep, kritik kini datang dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEMSU), Salman Farid.
Salman menilai langkah warga menggalang dana untuk memperbaiki jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah merupakan ironi. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pelayanan publik, khususnya di sektor infrastruktur, belum berjalan sebagaimana mestinya.
“Fenomena yang terjadi di Desa Kapedi bukan hanya persoalan jalan yang rusak, tetapi juga menjadi gambaran bahwa masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasarnya,” ujar Salman kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).
Ia juga menyoroti sikap pemimpin yang dinilainya kerap berubah setelah memperoleh amanah dari masyarakat.
“Ketika masa kampanye, rakyat menjadi pihak yang paling sering didatangi dan dijanjikan berbagai perubahan. Namun setelah kekuasaan diraih, keluhan masyarakat justru seperti tidak lagi menjadi prioritas untuk didengar maupun diselesaikan,” katanya.
Menurut Salman, pemasangan banner bertuliskan ‘Bupati Lagi Sakit’ yang dilakukan warga merupakan simbol kekecewaan atas lambannya penanganan jalan yang selama ini menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Sumenep.
“Apabila pemerintah benar-benar hadir dan responsif sejak awal, masyarakat tentu tidak perlu mengumpulkan dana sendiri untuk memperbaiki fasilitas publik. Infrastruktur adalah tanggung jawab pemerintah, bukan dibebankan kepada warga,” tegasnya.
Salman berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan aksi tersebut sebagai bahan evaluasi agar persoalan infrastruktur tidak terus berulang.
“Pemerintah harus menjadikan kritik masyarakat sebagai pengingat untuk bekerja lebih cepat dan lebih serius. Kepercayaan publik dibangun melalui tindakan nyata, bukan hanya janji yang disampaikan saat kontestasi politik,” pungkasnya.
Sebelumnya, warga Desa Kapedi menggelar aksi penggalangan dana untuk memperbaiki ruas Jalan Kapedi–Moncek yang mengalami kerusakan cukup parah. Dalam aksi tersebut, warga memasang banner bertuliskan ‘Bupati Lagi Sakit’ sebagai bentuk protes atas lambannya penanganan jalan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep. Aksi itu kemudian mendapat perhatian publik dan menjadi sorotan berbagai kalangan, termasuk DPRD Sumenep.
Hingga berita ini diterbitkan, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo maupun pihak Pemerintah Kabupaten Sumenep belum memberikan tanggapan terkait kritik yang disampaikan Ketua BEM Sumenep, Salman. Wartawan telah berupaya menghubungi pihak terkait untuk meminta konfirmasi, namun belum memperoleh respons. Redaksi akan memperbarui isi berita apabila tanggapan resmi telah diterima.
Penulis : Mz
Editor : MTAB
Sumber Berita: Newsline.id








